Cari Solusi Perbaikan Kendari, Zayat Kaimoeddin – Suri Saharia Dialog dengan Pakar – Berita Kota Kendari
Suksesi

Cari Solusi Perbaikan Kendari, Zayat Kaimoeddin – Suri Saharia Dialog dengan Pakar

Saat kegiatan dialog Derik-Suri Sahariah bersama para pakar (Rull/BKK)

Saat kegiatan dialog Derik-Suri Sahariah bersama para pakar (Rull/BKK)

KENDARI, BKK- Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari Zayat Koimoeddin – Suri Saharia menggelar dialog bersama sejumlah pakar, Rabu (12/10).

Kegiatan ini dilakukan untuk membahas berbagai problem yang ada di Kota Kendari serta bagaimana solusinya. Kurang lebih 20 pakar yang terdiri dari kalangan politisi, birokrasi dan akademisi ikut andil menyumbangkan hasil pemikirannya.

Zayat Kaimoeddin atau yang akrab disapa Derik mengaku, sengaja menggelar kegiatan tersebut untuk mendengar masukan dari para pakar untuk menjadi bahan evaluasi dalam proses pencalonannya nanti dan akan memperjuangkannya jika terpilih.

“Ada beberapa persoalan yang mesti kita pikirkan bersama dan ini bagian dari visi misi saya. Persoalan itu ialah terkait ketersediaan lapangan kerja, penanggulangan banjir, ketersediaan air bersih dan lingkungan bersih,” terang Derik di hadapan para tamu undangan.

Selain persoalan itu, lanjut Derik, masih ada lagi beberapa hal yang perlu dipikirkan. Seperti persoalan peningkatan kualitas pendidikan, jalur transportasi, infrastruktur, pelayanan publik, persoalan PBB, ketersedian lapangan hijau dan rumah sakit.

“Ini semua masalah yang perlu kita benahi dan masukan para pakar sangat kita perlukan,” tambahnya.

Mantan Bupati Wakatobi Hugua yang hadir dalam dialog tersebut memaparkan, dalam memajukan Kota Kendari yang hanya mengandalkan sektor jasa maka diperlukan koneksi yang lebih luas lagi. Bukan hanya dalam wilayah Indonesia, tetapi termasuk di luar Indonesia.

“Kalau kita mau buat Kota Kendari ini berkembang, maka harus terbuka dan investor harus didatangkan,” jelas Hugua.

Sementara itu, Pakar Pendidikan Prof Barlian juga menegaskan, kualitas pendidikan sangat perlu sebab negara yang kuat tinggal dilihat dari kualitas sumber daya manusianya. Namun, memajukan program pendidkan gratis bukanlah perkara yang rasional karena di negara maju manapun pendidikan tidak ada yang gratis.

“Pendidikan sangatlah penting untuk menunjang SDM suatu daerah, namun jika ada program pendidikan gratis itu hanyalah janji politik yang sulit untuk diwujudkan, sehingga lebih baik ini tidak ada dan digantikan dengan menggenjot kualitas pendidikan,” ungkapnya. (m2/nur)

To Top