Polisi Bekuk Tiga Pengedar – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polisi Bekuk Tiga Pengedar

KENDARI, BKK – Jajaran Subdit I dan Subdit III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnatkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) patut diacungi jempol. Pasalnya, kolaborasi kedua Subdit ini berhasil menggagalkan peredaran sedikitnya 10 paket narkotika jenis ganja. Polisi juga menemukan sabusabu seberat 2,8 gram.

Barang haram ini diamankan petugas di Penginapan Green, Kamar 01, Jalan Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Dua orang yang diduga sebagai pengedar barang haram itu pun dibekuk. Dua orang yang diamankan ini masing berinisial SA (23) dan BU (19).
Kepala Subdit I Dit Res Narkoba Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Angga Sarira SH mengatakan, dua orang ini ditangkap pada Sabtu (8/10) lalu. Dari pengakuan mereka, barang haram tersebut diperoleh dari seseorang berinisial A.

“Kata pelaku, barangnya diperoleh dari A. Sekarang dia kita kejar,” terang Angga, saat mengekspos kasus itu di Markas Polda Sultra, Selasa (11/10) kemarin.
Yang mengejutkan, dari hasil pengembangan penyelidikan, dua tersangka ini tak hanya mengkonsumsi dan mengedarkan narkotika, tetapi juga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Namun untuk kasus curanmornya, akan diselidiki secara terpisah.
Tak hanya itu, saat digerebek, petugas juga menemukan senjata tajam jenis badik, serta uang tunai ratusan ribu rupiah yang diduga hasil transaksi barang haram itu. Menurut pengakuan pelaku, satu paket ganja dijual Rp 200.000 melalui transaksi transfer bank.
Sementara itu, jajaran Subdit III Dit Res Narkoba Polda Sultra, juga berhasil menangkap AM (33), yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabusabu. AM dibekuk di rumah kosnya di Kelurahan Tobuha, Kecamatan Mandonga,  Selasa (11/10) dinihari. Polisi pun menemukan sabusabu seberat 2,8 gram, alat timbang elektrik dan saset plastik.
“Saat ditangkap pelaku sedang mengkonsumsi miras bersama rekan-rekannya,” AKBP Angga.
Dia melanjutkan, AM memang sudah lama diincar oleh petugas lantaran disangka sebagai pemain lama. Setelah diintai dua minggu, barulah polisi bergerak menangkapnya.
Modus yang digunakan pelaku pun terbilang apik. Sebab transaksi barang haram itu dilakukan dengan operasi tempel sehingga sulit terdeteksi. Maksudnya, narkoba pesanan diantar dengan cara ditempelkan di pohon, dinding, atau di tempat mana saja sesuai kesepakatan, lalu ditinggalkan. Pemesan kemudian datang mengambilnya.
AM pun mengaku barang itu diperoleh dari seseorang. Namun polisi belum bisa memberikan identitas, sekalipun inisialnya untuk pengembangan penyelidikan.
Ketiga pelaku dari dua kasus berbeda ini akan dijerat dengan Pasal 112 dan 114 KUHP dengan ancaman maksimal seumur hidup, paling lama 20 tahun penjara. (p4/aha)

To Top