Kasuistika

Kasus Jetty Morosi Masih Mengendap

KENDARI, BKK- Hingga kini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih belum bisa memproses dua tersangka kasus dugaan tindak pidana pelayaran pelabuhan khusus (Jetty) Morosi.

Pasalnya, berkas kedua tersangka yakni Direktur Utama PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) Zhu Mindong alias Andrew dan Direktur PT Muara Sampara Lina Suti, masih belum bisa dilengkapi pihak Polda Sultra.
“Sampai saat ini, berkas keduanya masih belum bisa dilengkapi pihak Polda Sultra, padahal ini sudah kesekian kalinya kita minta,” terang Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkum Humas) Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH, di ruangannya, Selasa (11/10).
Ia melanjutkan, persoalan ini bukan kali pertama dipersoalkan Kejati Sultra, melainkan sudah yang kesekian kalinya. Sayangnya, pihak Polda tetap belum bisa melengkapi berkas yang diminta. Sementara berkas kedua tersangka ini menjadi syarat penting untuk bisa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kendari.
“Kalau berkasnya tidak lengkap, maka kita tidak bisa melimpahkannya. Untuk itu kami saat ini masih terus berkordinasi dengan pihak Polda, agar secepatnya bisa melengkapi berkas yang kami minta,” jelas Janes.
Soal kemungkinan ada unsur kesengajaan pihak Polda dalam memperlambat proses kelengkapan berkas perkara Andrew dan Lina, yang dikhawatirkan berujung pada Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), Janes menegaskan tak mau mengomentarinya. Namun Janes tetap yakin kasus itu masih tetap berlanjut.
“Kalau itu sama sekali kami tidak tahu, tetapi jika memang betul pihak Polda Sultra akan melakukannya (SP3), itu merupakan kewenangan mereka,” cetusnya.
Diketahui, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, Direktur Utama PT VDNI dan Direktur Utama PT Muara Sampara, diduga melakukan pelanggaran dalam melakukan pembangunan Jetty Morosi karena tidak memiliki izin operasional dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan. (m2/aha)

To Top