Bisnis & Ekonomi

Harga Produk Diperkirakan Hanya Naik 3,4 Persen

KENDARI, BKK– Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara memperkirakan kenaikan harga barang atau inflasi di Sulawesi Tenggara hingga akhir tahun ini hanya berada di kisaran yang cukup stabil, yakni 3,4 sampai 3,6 persen. Perkiraan inflasi di tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang rata-rata berada di 3 – 6 persen.

Kepala Hubungan Masyarakat Kantor BI Sultra, Dedy Prasetyo mengatakan, jika melihat pergerakan inflasi dari bulan ke bulan ini, inflasi di Kota Kendari dan Kota Baubau khususnya terus mengalami penurunan. Bahkan sudah terjadi deflasi.
“Dari hasil pemantauan harga, dominan memang turun sehingga terjadi deflasi,” kata Dedy yang ditemui di Kantor BI Sultra, Selasa (11/10) kemarin.
Hasil survei pemantauan harga, beberapa produk penggerak inflasi memang menunjukkan tren penurunan. Kalau pun ada kenaikan, kenaikannya pun tidak terlalu signifikan.
Tarif pulsa ponsel misalnya, di Kendari hanya terjadi kenaikan 4,8 persen, sedangkan di Baubau 10,4 persen. Tarif listrik juga kenaikannya hanya 1,0 persen di Kendari, dan 0,8 persen di Baubau. Harga ayam juga naik 12,4 persen di Kendari. Hanya produk sandang yang mengalami kenaikan harga, yakni celana jeans yang rata-rata naik 29,9 persen dari bulan sebelumnya.
Sementara produk yang mengalami penurunan harga antara lain sayur-sayuran hingga ikan-ikanan. “Jika kondisi ini terus bertahan, maka asumsi kita sampai akhir tahun angka inflasi antara 3,4 – 3,6 persen,” katanya.
Asumsi itu bisa saja berubah jika terjadi beberapa faktor. Misalnya, antara Oktober hingga Desember ini, pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak, listrik atau cukai rokok. Atau dalam tiga bulan ke depan terjadi cuaca yang ekstrem hingga menyebabkan kegagalan panen atau tangkapan ikan yang menurun.
Bisa juga terjadi karena perubahan pada kondisi infrastruktur. Semisal jalan atau jembatan yang mengalami kerusakan, sehingga mengganggu distribusi barang dan jasa. Kondisi-kondisi seperti itu bisa saja memicu kenaikan harga barang atau inflasi.
“Ada juga karena spekulasi. Ada wacana yang membuat pedagang menaikkan harga barang,” tandasnya. (p11/aha)

To Top