Kasuistika

Satlantas Masuk Sekolah di Kendari

KENDARI, BKK – Tingginya angka kecelakaan yang seringkali korbannya adalah pelajar membuat Satuan Lalu Lintas Polres Kendari, terus gencar mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah. Sabtu (8/10) lalu, Satlantas Polres Kendari mendatangi SMPN 13 Kendari guna melakukan sosialisasi.
    Dalam sosialisasi tersebut, polisi mengingatkan para pelajar agar mematuhi aturan dalam berlalu-lintas. Terutama memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) jika memang sudah cukup umur.
    Kalau memang sudah punya SIM dan lengkap dengan STNK, selanjutnya adalah keselamatan pengendara sendiri. Seperti mengenakan helm berstandar nasional dan selalu mengutamakan kehati-hatian setiap memacu kendaraannya.
    “Kendaraannya juga jangan dipreteli. Sesuai saja dengan pabrikannya,” kata Kepala Unit (Kanit) Dikyasa Aiptu Wawan Gunawan mewakili Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muhammad Alka S IK dalam sosialisasi yang turut dihadiri oleh Kepala SMPN 13 Kendari, Muhammad Ali serta para guru.
    “Dalam berkendara tidak boleh berboncengan tiga. Apalagi jika ugal-ugalan. Karena itu tak saja mengancam keselamatan adik-adik, tapi juga orang lain,” tambah Aiptu Wawan.
    Wawan juga menyampaikan sudah banyak pelajar yang tewas atau harus mengalami cacat seumur hidup karena kecelakaan lalu-lintas. “Jangan sampai karena ugal-ugalan, kecelakaan, tertimpa musibah dan menjadi korban yang sia-sia. Masa depan adik-adik ini masih panjang dan jangan mau itu dikorbankan karena gaya hidup,” ingatnya.
    Usai sosialisasi, polisi pun langsung mengecek perlengkapan para siswa yang membawa kendaraan. Ternyata, masih ada pelajar yang tidak membawa helm, mempreteli motornya, tidak punya SIM maupun STNK dan pelanggaran lainnya. Bahkan ada juga motor yang masih diparkir di rumah warga di sekitaran sekolah.
    Para pelajar pun diimbau untuk segera melengkapi persuratan dan memperbaiki kembali motornya. Mereka tidak boleh lagi mengulangi pelanggaran yang sama.
    Muhammad Ali mengatakan, pihaknya akan membantu kepolisian untuk menyampaikan teguran langsung kepada orangtua pelajar yang kedapatan melanggar. Terutama jika mereka belum cukup umur membawa kendaraan. (p4/aha)

To Top