Kasuistika

Kejati Sultra ‘Senter’ Darwin

KENDARI, BKK- Setelah menetapkan tiga orang tersangka dalam dugaan pelanggaran royalti PT Panca Logam Makmur, Kejakasaan Tinggi Sulawesi Tenggara kembali melanjutkan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

    Agenda lanjutan pemeriksaan saksi-saksi pada kasus tersebut untuk menguatkan bukti keterlibatan Pelaksana Tugas Direktur PT PLM, Darwin, maupun tiga tersangka lainnya yang terlebih dahulu sudah ditahan di Rutan Kelas IIA Kendari.
    “Sesua jadwal, Senin (10/10) kita akan lanjutkan pemeriksaan semua saksi-saksi yang sebelumnya telah kita panggil dalam proses pencarian tersangka,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH dikonfirmasi melalui selulernya, Minggu (9/10).
    Selain itu, lanjut dia, pemanggilan ulang semua saksi ini juga untuk mengembangkan tersangka baru sesuai dengan alat bukti. Kejati meyakinkan siapapun yang dianggap terlibat, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
    “Di dunia ini tidak ada yang kebal hukum, untuk itu siapaun yang terlibat kita akan proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
    James mengakui, keterlibatan Darwin dalam kasus itu sudah teraba. Hanya saja, Kejati harus memperkuatnya di saksi dan bukti.
    “Kita sudah punya bukti dan data hasil pemeriksaan yang bisa menjerat Darwin sebagai tersangka. Namun kepastiannya, masih akan kita kembangkan di pemeriksaan besok (Senin-red),” jelasnya.
    Untuk diketahui juga, PT PLM disangka telah merugikan negara hingga Rp 21 miliar karena melakukan dua pelanggaran, yakni memanipulasi data produksi emasnya selama periode 2010 – 2011 sehingga royalti yang dibayarkan tidak semestinya. Pelanggaran kedua, perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bombana ini diduga tidak membayarkan royalti pada 2012 – 2015.
    Sejauh ini, Kejati telah menetapkan Wakil Direktur PT PLM, Rizal Fachreza, Kepala Biro Administrasi Keuangan PT PLM, Fachlawi Mujur serta akuntan PT PLM, Made Susastra sebagai tersangka. Mereka juga sudah ditahan. (m2/c/aha)

To Top