Kejati Masih Butuh Waktu – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kejati Masih Butuh Waktu

KENDARI, BKK- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga kini masih terus mendalami kasus dugaan korupsi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Konawe Utara (Konut). Dalam prosesnya, kasus ini cukup membutuhkan waktu untuk membuktikan adanya indikasi melawan hukum.
     “Dalam sebuah proses penyelidikan, kita mesti menelaah dulu kasus dugaan yang dilaporkan. Dengan melakukan perampungan berkas dan peninjauan lapangan,” terang Kordinator Intelejen Kejati Sultra, Baharuddin dikonfirmasi melalui selulernya, Minggu (9/10).
    Saat ini, lanjut dia, prosedur tersebut telah rampung dan tim penyidik Kejati Sultra tengah malakukan peninjauan lapangan untuk mendalami kasus ini, sehingga nantinya bisa membuat kesimpulan apakah proyek itu ada indikasi melawan hukum.
    “Para tim penyidik sekarang masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Termasuk menemukan keterlibatan PT Pratama Godean Jaya sebagai kontraktor proyek, atas nama Abdul Rivai,” jelasnya.
    Koordinator Intelejen Kejati Sultra ini juga menegaskan, kasus ini diusut atas laporan mahasiswa. Pihak pimpinan kemudian setuju agar kasus tersebut ditindaklanjuti setelah menemukan adanya indikasi pelanggaran.
    “Hasil dari telaah kami, kasus ini memang sarat akan indikasi korupsi. Untuk itu sejauh ini kita masih terus melakukan pendalaman dan mengumpulkan bukti-bukti,” pungkasnya.
    Diketahui, pengerjaan pembanguan TPAS Konut menggunakan anggaran APBN tahun 2015 yang dikerjakan oleh PT Pratama Godean Jaya. Dalam prosesnya, anggaran pengerjaan proyek ini telah cair 100 persen, namun pengerjaan bangunannya tidak tuntas atau terhenti di tengah jalan.(m2/aha)

To Top