Headline

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri

Di sinilah tempat korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Tulisan sekaligus pesan terakhir korban (inzet).

Di sinilah tempat korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Tulisan sekaligus pesan terakhir korban (inzet).

kertas-love-you-sygKENDARI, BKK – Seorang pria ditemukan tewas diduga gantung diri di Perumnas Poasia, Jalan Kijang Blok B No 169 Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kendari, Rabu (5/10) sekitar pukul 19.30 Wita. Sosok mayat yang temukan diduga akibat gantung diri bernama Jevier Faiz De Ruiter (25).

Awal ditemukan korban gantung diri sekitar pukul 19.30 Wita. Korban pertama kali ditemukan ipar korban bernama Balung Mandalangi Togala (19), mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo, warga Jalan Panglima Polim. Korban ditemukan gntung diri dengan dalam keadaan leher tergantung menggunakan tali kabel Antena TV warna hitam terikat pada ring balok (stand kuda2 atap rumah). Pada tiang rumah terdapat tangga yang diduga digunakan korban untuk gantung diri.

“Melihat korban gantung diri saya lalu memanggil kedua rekannya dan menjemput teman- teman korban di SMIK 4 Poasia bernama Andi Arisman (18) dan Cimpo,” terang Balung saat di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 20.00 Wita, setelah saksi menjemput temannya kemudian bersama temannya menurunkan korban dan membawa korban ke ruang tamu lantai satu. Hal itu diketahui oleh warga sekitar Kompleks Perumnas Poasia sehingga mengundang banyak warga sekitar datang untuk melihat jasad korban.

Menurut pengakuan istri korban, Dianita Asrini (24), sering terjadi pertengkaran antara dia dan korban akibat faktor ekonomi. Pada Selasa 4 Oktober 2016 sekitar pukul 12.05 Wita, korban dan istrinya bertengkar lagi dan istri korban meminta cerai. Pertengkaran seperti itu sudah berlangsung selama sebulan. Istri korban lalu meninggalkan rumah kontrakan sekitar pukul 16.00 Wita.

Pantauan Berita Kota Kendari saat berada di kokasi kejadian, ratusan warga datang berbondong-bondong untuk melihat jasad korban, sehingga di halaman dan jalan dipenuhi oleh orang yang ingin melihat secara langsung. Sekitar pukul 10.20 Wita, korban langsung dievakuasi dengan menggunakan mobil Ambulance Puskesmas Poasia.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Poasia Komisaris Polisi (Kompol) Haeruddin SSos menuturkan, saat menerima informasi dari warga, dia langsung ke TKP bersama anggotanya dan mengamankan situasi di tempat kejadian dan menghubungi Ambulance milik Puskesmas Poasia.

Sebelum korban gantung diri, ditemukan selembar kertas putih dengan bertuliskan “Saya di lantai atas, jaga neza untuk saya, Love You Syg,”.

Selain itu, lanjut dia, kondisi lemari dalam kamar maupun lemari pakaian luar kamar sudah dalam terbongkar dan berantakan, isi pakaian berserakan. Rencananya jasad tersebut mau dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. Karena permintaan keluarga korban menolak, akhirnya jasad korban diserahkan kepada keluarganya.

“Sebenarnya kita mau bawa di RS Bhayangkara untuk visum, hal itu harus dilakukan karena sesuai dengan SOP, karena keluarga korban melarang untuk divisum, kemudian kita serahkan jasad korban kepada pihak keluarganya,” tuturnya.

Atas permintaaan keluarga korban jasad korban dibawa ke rumah keluarganya, ayah korban menolak dilakukan otopsi ataupun visum terhadap jenazah korban dan meminta agar jenazah korban langsung dibawa ke rumah saudaranya, Frans De Ruiter di Jl Banteng. Kapolsek dan anggota ikut mengantar jenazah korban untuk diserahkan kepihak keluarga. (p4)

To Top