PNS Terlibat Politik Sudah Dilaporkan di Kemenpan RB – Berita Kota Kendari
Suksesi

PNS Terlibat Politik Sudah Dilaporkan di Kemenpan RB

KENDARI, BKK – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kendari terus melakukan pengawasan pada pelaksanaan setiap tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari yang sudah mulai berjalan. Salah satu pelanggaran yang menjadi temuan Panwaslu, yakni adanya aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan politik praktis dengan ikut mengkampanyekan salah satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari.

Sahinuddin

Sahinuddin

Sejauh ini, Panwaslu Kota Kendari telah menemukan sedikitnya lima pegawai negeri sipil (PNS) baik dari lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang terbukti hadir saat deklarasi bapaslon beberapa hari lalu. Hal itu pun telah dilaporkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Kamis kemarin kami sudah laporkan itu para PNS yang terbukti hadir saat bapaslon melakukan deklarasi. Kami sudah kumpulkan bukti-bukti dan telah meneruskan ke Kemenpan RB. Selanjutnya sudah kewenangan mereka untuk menindak lanjuti, karena kami hanya sebatas meneruskan saja,” jelas Anggota Panwaslu Kendari Bidang Penanganan Pelanggaran Sahinuddin kepada Berita Kota Kendari, Senin (3/10).

Ia menambahkan, PNS yang terbukti hadir pada saat deklarasi bapaslon tersebut, diketahui tiga orang berasal dari instansi lingkup Pemkot Kendari dan sisanya PNS Pemprov Sultra. Namun demikian, Sahi belum dapat menyebutkan nama-nama kelima PNS tersebut

“Kami akan terus menunggu hasil laporan atas pelanggaran yang dilakukan PNS tersebut. Namun tetap kami berpacu pada asas praduga tak bersalah,” ungkap lelaki yang akrab disapa Sahi ini.

Diungkapkannya, PNS yang terbukti hadir pada saat deklarasi Bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari yakni satu orang dari lingkup pemkot saat deklarasi pasangan Adriatma Dwi Putra – Sulkarnain 21 September 2016 lalu. Kemudian, empat orang lainnya PNS lingkup pemkot dan pemperov saat deklarasi Muhammad Zayat Kaimoeddin – Suri Syahriah Mahmud 23 September lalu.

“Kami sudah bekerja maksimal dengan melibatkan panwas kecamatan (Panwascam) dan panitaia pengawas lapangan (PPL) selama deklarasi 3 hari berturut-turut, namun temuan sementara hanya kelima PNS tersebut. Kami mempunyai bukti-bukti berupa foto maupun video,” ujarnya. (p5/nur)

To Top