Kantor KPU Buton Diduduki Massa, Komisioner Merasa Tertekan – Berita Kota Kendari
Suksesi

Kantor KPU Buton Diduduki Massa, Komisioner Merasa Tertekan

Alimuddin

Alimuddin

KENDARI, BKK – Upaya yang dilakukan kelompok massa yang menduduki dan menyegel serta memecahkan kaca jendela Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton, membuat para komisioner KPU tersebut merasa tertekan.

Kejadian ini bermula ketika pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buton Hamin – Fachri Bachmid di KPU Buton, dinyatakan tidak memenuhi syarat hingga tidak bisa ikut bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 mendatang.

Ketua KPU Buton Alimuddin mengungkapkan, atas ulah massa tersebut pihaknya tidak bisa melakukan kegiatan secara normal. Padahal saat ini mereka diperhadapkan dengan sejumlah tugas penting menghadapi Pilkada Buton yang tahapannya sudah mulai berjalan. .

“Kalau secara fisik memang tidak merasa tertekan tetapi secara psikologi seluruh komisioner KPU Buton merasa sangat tertekan dengan persoalan massa menduduki Kantor KPU Buton,” jelas Alimuddin saat ditemui di Aula Husni Kamil KPU Provinsi Sultra di Kendari, Minggu (2/10) malam.

Dikatakannya, beberapa kegiatan KPU Buton hingga pelaksanaan rapat pleno harus dilakukan di luar kantor dengan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Hal itu dilakukan agar semua kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Pada saat massa aksi menduduki dan sampai menyegel kantor KPU maka kami dievakuasi di Polres Buton dan kami langsung menuju ke salah satu tempat, untuk melakukan pleno penetapan dan membuatkan berita acara yakni berita acara terkait penutupan perpanjangan pendaftar calon kepala daerah 29 September lalu. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan dokumen bakal calon yang mendaftar terakhir itu yang kemudian tidak memenuhi syarat sehingga KPU Buton dalam melakukan pilkada hanya memiliki calon tunggal saja,” jelasnya.

Mengenai aksi anarkis massa yang telah melakukan pengrusakan dengan memecah kaca jendela kantor, Alimuddin mengaku, belum belum mengambil langkah hukum. Pasalnya sampai hari ini pihaknya masih konsentrasi dengan tahapan-tahapan pilkada.

“Saat ini kami konsentrasi dulu dengan tahapan, utamanya terkait proses verivikasi syarat dukungan calon yang kami sudah terima,” jelasnya.

Terpisah, Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengaku, sudah mendapat laporan dan menyesalkan pengrusakan Kantor KPU Buton tersebut.

“Yang jelas ini sudah harus menjadi catatan bagi pihak keamanan kita agar ada perimbangan kekuatan di lapangan antara massa dan pihak keamanan. Kejadian pengrusakan ini seharusnya bisa diantisipasi sejak dini,” ujar Hidayatullah.

Dayat menegaskan, tidak ada pihak yang bisa menghalangi berlangsungnya Pilkada Buton secara serentak di 2017 mendatang. Jika KPU Buton bisa menghadapi polemik yang ada maka KPU Provinsi Sultra bisa mengambil alih dan bila KPU provinsi juga tidak sanggup maka diambil alih KPU RI.

“Proses Pilkada di Buton secara serentak dengan tujuh kabupaten lainnya di Sultra itu tetap akan berlangsung. Aksi yang terjadi di Buton, tidak akan merubah keputusan apapun,” tegasnya. (p5/nur)

To Top