Hasil Tes Narkoba 11 Paslon Negatif – Berita Kota Kendari
Suksesi

Hasil Tes Narkoba 11 Paslon Negatif

KENDARI, BKK – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra, Hidayatullah, mengatakan meski pihaknya tidak mempunyai wewenang untuk mengatakan hasil tes narkoba untuk tiap pasangan calon, dirinya tetap mengumumkan dari seluruh pasangan calon kepala daerah, yaitu hasilnya negatif semua.

“Kami hanya sebatas menerima kesimpulan, KPU Sultra itu tidak memiliki kewenangan untuk mengumumkan, kami hanya memonitoring. Semua hasil calon kepala daerah negatif pengguna narkoba. Kalau ada yang dicurigai karena terindikasi merupakan pemakai narkoba, itu laporannya bukan di KPU tetapi silakan melapor di kepolisian,” jelas Hidayatullah, Senin (3/10).

Dari tujuh daerah se-Sultra yang melakukan pemilihan secara serentak di 2017 mendatang, ada tiga pasangan calon kepala daerah yang melakukan tes ulang, yakni Kota kendari, Kabupaten Bombana, dan Kabupaten Buton Selatan (Busel).

 

Penyerahan hasil laboratorium tes narkoba 11 pasangan calon (paslon) kepala daerah mulur dari waktu yang ditentukan. Padahal, sesuai jadwal atas delegasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat akan menyerahkan hasil tes laboratorium ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra sekitar pukul 20.00 Wita, Minggu (2/10). Namun penyerahan dilaksanakan pukul 22.45 Wita di Aula Husni Kamil KPU Sultra.

Mulurnya jadwal penyerahan hasil tes tersebut dikarenakan menunggu kedatangan pihak BNNP Sultra yang membawa hasil pemeriksaan tes narkoba. Hasil pemeriksaan bebas narkoba tersebut diserahkan Kepala BNN Provinsi Sultra, Kombes Pol Fauzan Djamal kepada Komisioner KPU Sultra.

Penyerahan hasil tes tersebut turut disaksikan Plt Direktur RSU Bahteramas, dr Muh Yusuf Hamrah dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra. Meskipun telah diserahkan secara resmi, KPU belum mengumumkannya sebelum dilakukan pleno. Hari ini, hasil pemeriksaan narkoba akan disampaikan ke publik, termasuk hasil tes kesehatan, dan psikologi.

Komisioner KPU Sultra, Iwan Rompo mengatakan bukan hanya 11 paslon yang menunggu hasil pemeriksaan kesehatan, tapi seluruh masyarakat Sultra. Hasil pemeriksaan kesehatan, psikologi dan narkoba yang akan diumumkan oleh KPU kabupaten/kota akan menjawab semua rumor yang berkembang selama ini. Ia mengatakan, tes ulang narkoba bakal paslon dari tiga daerah hanya karena aspek teknis. BNN Pusat hanya menilai, pengambilan sampel yang dilakukan BNNP Sultra masih kurang.

“Dengan diserahkannya hasil pemeriksaan ini mudah-mudahan menghilangkan tanda tanya di kepala semua masyarakat. Kami pihak KPU Sultra hingga saat ini juga tidak tahu bagaimana hasilnya, karena hasil tes tersebut sama sekali kami tidak membukanya. Soal hasil pemeriksaan tes narkoba, Kepala BNNP Sultra, Kombes Fauzan saja tidak tahu hasilnya seperti apa. Karena hanya membawa map hasil pemeriksaan yang dilakukan BNN pusat dan masih tersegel rapi,” kata Iwan dalam sambutannya.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah menambahkan, nanti KPU yang plenokan apakah calon memenuhi syarat atau tidak. Ketentuannya ada pada hasil pemeriksaan kesehatan, KPU hanya kesimpulan saja. Kalau ada komplain, kata dia, nanti dikoordinasikan kembali ke RSU Bahteramas, IDI, BNN, dan Himpsi.

“Kami tidak bisa menyampaikan secara terbuka mengenai hasil tes kesehatan para Paslon, kami hanya sebatas menerima kesimpulan saja karena ini menyangkut nilai kesehatan para Paslon Kepala Daerah. Namun jika ada komplain dari hasil tes narkoba yang diserahkan tersebut, maka kami akan kembali berkoordinasi dengan ketua IDI dan Direktur RS Bahteramas serta Kepala BNNP Sultra,” jelasnya.

Kepala BNNP Sultra, Kombes Fauzan Jamil mengatakan pukul 11.00 WIB baru mendapat hasil dari Laboratorium BNN RI. Hasil itu langsung dibawa ke bandara pukul 15.00 WIB dan tiba di Kendari sekira pukul 20.00 Wita. Keterlambatan penyerahan karena ada surat pengantar yang harus diselesaikan. Hasil pemeriksaan, kata dia, pihaknya juga belum mengetahuinya.

“Hasilnya sama sekali kami belum tahu seperti apa. Intinya kami itu hanya sebatas menerima lalu menyerahkan kepada pihak KPU. Jangan berpikiran yang tidak-tidak mengenai hasil tes penyalahgunaan narkoba, apalagi sampai menimbulkan opini yang tidak-tidak mengenai para Paslon,” ujarnya.

Menurut Fauzan, pihak BNN Pusat sangat independen dan profesional dalam melakukan tes ulang narkoba kemarin. Tidak ada keberpihakan antara BNN Pusat dengan para Paslon, apalagi sampai ingin melakukan hal-hal di luar yang tidak ingin dilakukan.

“Saat penyerahan itu, pimpinan BNN Pusat juga mengatakan keterlambatan atas hasil narkoba ini bukan karena persoalan lain-lain tetapi memang karena persoalan teknis saja,” tuturnya seraya mengulangi kata pimpinan BNN Pusat.

Selain itu, dirinya juga mengklaim dalam melakukan pemeriksaan sampel tes narkoba pihak BNN Pusat melakukan secara independen. Dalam kop surat yang tertulis bukan hasil pemeriksaan bebas penyalahgunaan narkoba tapi surat keterangan pemeriksaan narkotika. Meskipun tiga sampel diperiksa, yakni urine, darah dan rambut. Tapi pihaknya hanya memeriksa saat itu saja.

“Pada hari apa dan jam berapa. Karena yang kami periksa hanya sampel saat diperiksa. Kalau saat itu dia bersih kita mau bagaimana. Rambut ini kan terus tumbuh, bisa saja mereka sudah cukur,” ungkapnya.

Bila Paslon pernah menggunakan narkoba dengan jangka waktu enam bulan lalu, lanjutnya, bergantung dari pemeriksaan rambutnya. Dalam ilmu kimia, kata dia, rambut menyimpan pigmen yang bisa mengidentifikasi apakah seseorang bersih atau tidak dari narkoba. Kalau ada bukti seseorang memakai dihari kemudian dan ada laporan yang masuk, maka akan dilakukan proses hukum.

“Kami sampaikan ini adalah data yang sangat akurat dan paten. Karena laboratorium BNN masuk standar internasional. Surat keterangan hasil pemeriksaan rambut dan darah ditandatangani langsung pimpinan BNN Pusat. Jangan timbul opini-opini yang menimbulkan keresahan. Ia mengajak semua kalangan untuk menjaga bersama lingkungan ini. Saya dengan calon tidak saling mengenal. Kecuali saat melaksanakan tugas di kabupaten. BNN melakukannya dengan independen, tidak ada toleransi, pertemanan dan emosional. Kalau ada laporan seseorang yang menggunakan narkoba silakan sampaikan kepada kami. Karena kami terbuka,” simpulnya. (p5)

To Top