Headline

28 Ekor Lumba-lumba Terdampar di Kolut

Sejumlah lumba-lumba yang terdampar di teluk Labondala Desa Petulua Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara (Kolut), Sabtu (1/10).

Sejumlah lumba-lumba yang terdampar di teluk Labondala Desa Petulua Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara (Kolut), Sabtu (1/10).

LASUSUA, BKK- Sebanyak 28 ekor lumba-lumba palu terdampar di Teluk Labondala, Desa Petulua, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara (Kolut), Sabtu (1/10).

Terdamparnya lumba-lumba di teluk Labondala menjadi hal baru bagi nelayan pasalnya sejak puluhan tahun berada disekitar labondala belum pernah ada ikan lumba-lumba yang terdampar ditempat yang juga merupakan pusat bagang penangkap ikan di Kolaka Utara ini. Sedikitnya lebih dari 10 bagang nelayan yang berlabu sepanjang tahun ini tempat ini.

Asdar Sulaho (37), warga Desa Sulaho mengatakan selama dirinya sejak kecil sudah berlaut belum pernah menemukan atau melihat ikan lumba-lumba berada di teluk labondala.

“Saya tidak pernah liat lumba-lumba sebanyak ini sedang bermain-main dan mengapung seperti sedang berjemur. Biasanya lumba-lumba itu berada jauh di laut bebas,” kata Asdar.

Dari hitungan, lanjut Asdar ada sekitar 25 ekor dewasa dan 2 ekor lumba-lumba yang masih kecil dan selalu melekat pada induknya dari 25 ekor itu ada 2 ekor yang kepalaya berwarnah putih terang.

“Lumba-lumba ini sudah berada di teluk labondala ini sejak 3 hari yang lalu namun informasi akan kedatangan lumba-lumba ini baru didapat pada hari sabtu,” ujar Asdar.

Ketua Diving Coral Kolaka Utara (DCK), Maimuddin yang ikut mendokumentasikan keberadaan puluhan ekor lumba-lumba, mengatakan diteluk labondala setiap tahunya selalu didatangi hiu paus tutul.

“Kalau hiu paus tutul pada musim ikan tuna atau ikan teri selalu ada di teluk labondala walaupun kedatangan hiu paus tutul ini tidak lama, namun belum pernah di dokumentasikan pasalnya nelayan-nelayan pemilik bagang tidak mamberikan informasi keberadaan atau kedatangan hiu paus tutul di Teluk Labondala,” katanya.

Menurut Maimuddin, nelayan di Teluk Labondala ada kepercayaan apa bila hiu paus tutul masuk di dalam teluk maka ikan ini membawah reski berupa ikan teri sehingga para nelayan tersebut tidak menggagu keberadaan hiu paus tutul ini.

“Tadinya kita mendapatkan informasi akan keberadaan ikan di teluk labondala dan kami kira itu ikan hiu paus tutul, namun setelah kami kesana ternyata puluhan ekor ikan lumba-lumba,” ujarnya.

Maimuddin mengungkapkan saat di dekati ikan lumba-lumba itu tidak bergerak sekan tidak memperdulikan keberdaan kami yang hanya berjarak kurang dari satu meter, namun belum bisa memastikan apakah ini lumba-lumba atau jenis ikan paus yang terdampar.

“Kita belum tau jenis lumba-lumba apa ini namun nelayan biasa menyebut lumba-lumba palu, dari catatatan kemungkinan ini lumba-lumba Risso (Grampus griseus) karena hanya jenis lumba-lumba ini yang tidak memiliki moncong,” tuturnya.

Lumba-lumba Risso dalam bahasa Inggris dinamai sebagai Risso’s Dolphin atau terkadang disebut juga sebagai Grey Dolphin. Nama latin lumba-lumba ini adalah Grampus griseus (G. Cuvier, 1812). Jenis lumba-lumba ini cukup besar dengan panjang tubuh antara 2,6 – 4 meter dan berat antara 300 – 500 kg. Kepala bulat memiliki lipatan vertikal di depan dengan tubuh anterior dan sirip punggung yang relatif besar. (k6/lex)

To Top