PDIP Ancam PAW Pengurus yang Membelot – Berita Kota Kendari
Suksesi

PDIP Ancam PAW Pengurus yang Membelot

Ketua DPC PDIP Kolut bersama Mendagri Tjahjo Kumolo yang juga tokoh PDIP. (Foto: Dok BKK)

Ketua DPC PDIP Kolut bersama Mendagri Tjahjo Kumolo yang juga tokoh PDIP. (Foto: Dok BKK)

LASUSUA, BKK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kolaka Utara, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menegaskan akan memberikan sanksi yang tegas berupa pergantian antara waktu (PAW) pada setiap pengurus yang tidak sejalan dengan amanat partai dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

“Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), melalui Ketua, Ibu Megawati Soekarnoputri merupakan keputusan tertinggi yang telah melalu proses yang berjenjang dan setiap anggota atau pengurus yang tidak sejalan dengan amanat partai sangsinya akan di-PAW,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Kolaka Utara, Musakir Sarira, Kamis (29/9).

Menurutnya, etika partai mengajarkan untuk mentaati setiap keputusan DPP sebagai hukum yang tertinggi dalam berorganisasi sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendukung pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang di rekomendasikan DPP.

“Tidak ada alasan keputusan DPP itu harga mati sehingga pengurus DPP yang di ketahui tidak mendukung dan bekerja untuk memenangkan Cabup dan Cawabup yang diusung PDIP maka mereka harus di PAW walaupun berstatus sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),” kata Musakir.

Dikatakan, pengalaman yang lalu pada saat pemilihan Gubernur Sultra dan Pilcaleg tingkat DPR RI, banyak pengurus PDIP Kolut yang tidak bekerja untuk memenangkan calon yang direkomendsikan dan itu dilakukan dengan terang-terangan pengurus partai.

“Kolut merupakan lumbung PDIP di Sultra, di DPRD kabupaten ada 6 kursi. Namun saat Pilgub perolehan suara calon yang di rekomendasikan PDIP sangat tidak masuk akal. Itu juga berimbas pada Caleg DPR RI yang hanya memperoleh 3080 suara di Kolut,” ujarnya.

Sehingga, kata Musakir, untuk Pilbup nanti setiap pengurus PDIP yang duduk sebagai anggota legislatif harus bisa membuktikan diri bekerja dan bekerja untuk memenangkan paslon yang direkomendasikan. “Membuktikan di sini bukan hanya saat pencoblosan, namun juga harus bisa memberikan sumbangan suara di komunitas keluarga dan simpatisannya,” ujar Musakir.

Musakir menambahkan, dirinya sangat menghargai dan menghormati H Haeruddin sebagai orang yang berjasa dan punya andil dalam membesarkan PDIP di Bumi Patampanua Kolut.

“PDIP sangat menghormati dan menghargai kader yang memiliki niat untuk membesarkan partai. Namun semua itu kembali lagi pada pribadi masing-masing kader apa yang terjadi saat ini merupakan kosenkuensi yang harus diterima dari apa yang telah dilakukan,” imbunya. (K6/lex)

To Top