Masyarakat Dilanda Panik Beli – Berita Kota Kendari
Headline

Masyarakat Dilanda Panik Beli

KENDARI, BKK- Kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram di Kota Kendari masih terus terjadi. Kelangkaan pun memicu terjadinya panic buying atau panik membeli di kalangan masyarakat.
Salah satu pangkalan di Kecamatan Baruga misalnya, diberi jatah sebanyak 70 tabung. Namun stok tersebut tidak pernah bertahan lebih dari 24 jam.
“Kemarin malam datang 70 tabung. Tapi langsung habis dibeli. Ada yang langsung beli dua tabung. Karena sekarang memang lagi langka,” kata seorang penjaga toko yang meminta nama pangkalan dan namanya tidak dikorankan.
Dia pun tak mengetahui persis penyebab kelangkaan stok elpiji 3 kg. Menurut yang didengarnya, kapal yang memuat gas kesulitan bersandar di pelabuhan Kendari.
“Dari dulu ji begitu kita dengar. Katanya karena kapal terlambat masuk,” tambahnya.
Meski kondisi tabung elpiji tengah langka, pihaknya tidak mau mengambil untung. Di pangkalannya, gas elpiji tetap dijual Rp 17.000 per tabung, sesuai dengan Harga Eceran Tetap yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Salah satu pemilik pangkalan tabung gas LPG tiga KG di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Arman punya analisa lain lagi soal kelangkaan ini. Menurutnya, kelangkaan dipicu karena munculnya pangkalan-pangkalan baru.
“Kapasitas satu buah mobil pembawa tabung gas itu kan jumlahnya 560 buah, dan itu jatahnya untuk lima pangkalan. Setelah muncul pangkalan-pangkalan baru, otomatis jatah per pangkalan jadi berkurang,” tuturnya saat ditemui, Kamis (29/9) kemarin.
Arman mengaku pangkalan miliknya disuplai oleh agen langganannya sebanyak 100 tabung per minggu. Namun sejak munculnya pangkalan-pangkalan baru, jatah yang ia peroleh menjadi berkurang. Untuk mendapatkan informasi lain, dirinya tidak bersedia untuk berkomentar.
“Kita wawancara ke pangkalan lain mi saja pak,” tambahnya.
Sementara, agen tabung gas LPG 3 kg terbesar di Kendari, di Jalan Laheda No 94, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, tampak terlihat sepi. Menurut warga setempat, Wa Kola, perusahaan milik Rahmayanti itu memang sepi karena stoknya selalu habis diserbu oleh pengusaha pangkalan.
“Memang sepi rumahnya karena tabung gasnya habis diserbu agen-agen yang menggunakan mobil. Tidak sampai sehari gasnya pasti habis diborong. Paling lama mi dua jam tabung gasnya habis,” kata Wa Kola.
Kelangkaan gas ini, selain memicu terjadinya kepanikan pembelian, juga membuat harga naik di pasaran. Dari hasil penelusuran Berita Kota Kendari, sangat sulit menemukan tabung gas 3 kg yang dijual sesuai HET. Rata-rata dijual Rp 25.000 bahkan ada yang sampai Rp 35.000 per tabung.
Salah satu penjual eceran tabung gas LPG tiga KG yang tidak mau disebutkan namanya mengaku menjual tabung gas miliknya seharga 28 ribu.
“Kalau saya jualkan tabung gasku ini 28 ribu. Sebenarnya tidak sampe segitu ji harganya. Tapi karena sekarang lagi langka, harganya saya naikkan sedikit. Penjual eceran di pasar panjang saja sampai 35 ribu per tabung,” ungkap wanita yang merahasiakan namanya itu.
Sayangnya, pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang bermarkas di Abeli hingga saat ini belum memberikan tanggapan. Saat Berita Kota Kendari datang ke sana, seorang sekuriti melarang masuk karena alasan tidak ada pejabat yang bisa ditemui. (p8/a/aha)

To Top