BNN dan KPU Bantah Ada Calon Pengguna Narkoba – Berita Kota Kendari
Beranda

BNN dan KPU Bantah Ada Calon Pengguna Narkoba

Iwan Rompo

Iwan Rompo

KENDARI, BKK – Komisi Pemilihan Umum maupun Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara sama-sama membantah adanya calon kepala daerah dari Kendari, Bombana dan Buton Selatan yang terindikasi sebagai pengguna narkoba, yang kemudian menjadi alasan ditundanya pengumuman hasil tes narkotika, Rabu malam lalu.

Kepala Bagian Rehabilitasi BNN Sultra, La Mala mengakui, hasil tes narkotika seluruh Bakal Pasangan Calon Wali Kota/Bupati dan Wakil Wali Kota/Wakil Bupati di tujuh daerah seharusnya diserahkan kepada KPU Sultra, pada Rabu malam (28/9) lalu, bersamaan dengan penyerahan hasil tes kesehatan jasmani dan rohani oleh RS Bahteramas dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Namun ternyata, dari tujuh daerah tersebut, ada tiga daerah yang bermasalah di teknis pemeriksaan sampelnya. Khususnya pada pemeriksaan sampel rambut.
Karena penyerahan laporan hasil tes narkotika harus dilakukan secara keseluruhan, maka BNN pun memutuskan untuk menunda menyerahkan hasil laporannya saat itu, termasuk empat daerah yang sebelumnya dinyatakan tidak ada masalah.
“Nah, tiba-tiba itu malam meluas isu bahwa ada calon yang terindikasi pengguna narkoba dari Kendari, Bombana dan Buton Selatan, sehingga BNN tidak mau serahkan hasilnya. Saya pastikan isu itu menyesatkan. Yang benar, itu cuma teknis saja,” katanya kepada Berita Kota Kendari, Kamis (29/9).
La Mala menjelaskan, kendala teknis yang dia maksud ada pada pemeriksaan sampel rambut di mana peralatannya tidak berfungsi maksimal. Agar tidak terjadi kesalahan teknis yang sama, BNN Sultra pun meminta kesediaan BNN Pusat untuk memfasilitasi pemeriksaan ulang khusus untuk sampel rambut itu.
Permintaan BNN Sultra pun dikabulkan oleh BNN Pusat. BNN Pusat kemudian meminta agar seluruh Bapaslon dari Kendari, Bombana dan Busel datang langsung ke Jakarta untuk diperiksa sampel darah dan rambutnya.
Sesuai petunjuk dari BNN Pusat, seluruh Bapaslon dari tiga daerah itu diminta hadir di Gedung BNN Pusat di Jakarta, pada Jumat (30/9) hari ini. Pemeriksaan akan dimulai pukul 09.00.
“Jadi sekali lagi saya tegaskan, pemeriksaan ulang ini bukan karena ada yang terindikasi positif menggunakan narkoba. Ini perlu disampaikan kepada masyarakat supaya tidak terhasut dengan informasi liar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Anggota KPU Sultra, Iwan Rompo menjelaskan, di malam penyerahan hasil tes pemeriksaan kesehatan jasmani, psikologi dan narkotika, seluruh pihak penyelenggara pemeriksaan hadir, termasuk Kepala BNNP Sultra, Kombes Pol Fauzan Djamal. Tetapi malam itu, hanya laporan kesehatan dan psikologi yang selesai dan bisa diserahkan.
Sementara hasil pemeriksaan narkoba dan psikotropika belum bisa diserahkan karena ada tiga daerah yang mengalami kendala teknis.

“BNN Pusat sudah tahu masalah ini jadi pemeriksaan ulangnya di Jakarta. Kita juga sudah bersurat ke seluruh Bapaslon agar memenuhi permintaan pemeriksaan ulang di Jakarta hari Jumat besok,” katanya.

KPU Sultra sendiri akan ikut mendampingi para Bapaslon yang akan menjalani pemeriksaan ulang tersebut di BNN Pusat, Jakarta. Begitu juga dengan KPU Kendari, Bombana dan Buton Selatan.
Bagaimana jika ada dalam pemeriksaan ulang ini ada calon kepala daerah yang terindikasi sebagai pengguna narkoba? Iwan menegaskan calon tersebut harus diganti oleh partai politik pengusungnya.
“Sebenarnya bukan cuma narkotika saja. Kalau tes lainnya bermasalah, seperti ada masalah kesehatan dan kejiwaan, Parpolnya harus segera cari penggantinya,” katanya.
Pihak KPU sendiri memang sudah mempersiapkan jika terjadi kemungkinan seperti itu. Kalau ada calon yang gagal dalam tes kesehatan, kejiwaan dan narkotika, maka parpol pengusungnya diberikan waktu selama tiga hari, yakni mulai 1 Oktober – 3 Oktober untuk mencarikan penggantinya.
“Lewat dari jadwal itu sudah tidak bisa lagi (Parpol mencalonkan). Jadi mau tidak mau, seluruh syarat pencalonan harus terpenuhi. Tapi kita semua berharap tidak ada masalah,” tambahnya.
KPU Sultra sendiri juga akan menunggu hasil pemeriksaan ulang narkotika dan psikotropika tersebut untuk menentukan apakah ada calon yang memenuhi syarat atau tidak. Penilaian itu dilakukan secara akumulatif atau penilaian gabungan dari hasil tes kesehatan, kejiwaan dan narkotika.
Ketua KPU Bombana, Arisman mengatakan pihaknya sudah menghubungi seluruh Bapaslon agar segera berangkat ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan ulang narkotika di BNN Pusat. KPU juga mengutus salah seorang komisioner, Anwar, untuk mendampingi para Bapaslon di Jakarta.
“Semuanya harus berangkat (ke Jakarta) malam ini (tadi malam), karena pemeriksaannya besok pagi,” jelas Arisman.
Khusus untuk Kota Kendari, ada tiga Bapaslon yang menjalani pemeriksaan ulang narkotika dan psikotropika di BNN Pusat, yakni Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-SUL), Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Ar Rahman) serta Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud (Zayat Bersyariah).
Sedangkan di Bombana ada empat pasang, yakni Tafdil-Johan Salim, Kasra Jaru Munara-Man Arfah, Atikurahman-Achmad Nompa dan Muhammad Sahir-Kaharuddin. Di Buton Selatan, masing-masing Agus Faisal Hidayat-La Ode Arusani, Faisal Laimu-Wa Ode Hasniawati, Sattar-Yasin Welson dan Agus Salim-La Ode Agus.
Sehingga total Bapaslon yang akan menjalani pemeriksaan ulang narkotika pada hari ini, sebanyak sebelas pasang. (p5-p4-cr2/aha)

To Top