PGRI Sultra Nilai Isu Penghapusan Sertifikasi Guru Tidak Benar – Berita Kota Kendari
Beranda

PGRI Sultra Nilai Isu Penghapusan Sertifikasi Guru Tidak Benar

KENDARI, BKK – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdul Halim Momo, angkat bicara terkait isu penghapusan sertivikasi guru oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, rencana penghapusan sertivikasi tersebut tidaklah benar. Baginya itu hanya sekedar istilah saja.

“Yang menarik lagi sekarang adalah saat ini sementara dipersiapkan regulasinya tentang guru yang diberikan beban 24 jam mengajar untuk mendapatkan mendapatkan sertifikasi, sedang diperjuangkan dan tidak lagi seperti itu. Sehingga mereka lebih konsen untuk meningkatkan kompetensi dan memperhatikan anak didik mereka,” ungkap Abdul Halim Momo, Rabu (28/9).

Dikatakannya, dirinya percaya dengan menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) saat ini, tidak akan lagi mempersyaratan sertifikasi yang membebankan guru untuk mengajar minimal 24 jam.

“Selain itu yang lebih menarik lagi dulu wali kelas seperti tidak dihargai, akan tetapi regulasi sekarang yang ada mengarah agar wali kelas dihargai selama enam jam. Sehingga memang dalam regulasi yang ada tersebut mengajurkan para guru untuk betul-betul meningkatkan profesionalisme dan kompetensi mereka, agar menjadi sosok guru yang dirindukan oleh siswanya,” paparnya.

Namun dengan latar pendidikan sarjana hingga master, yang rata-rata dimiliki guru di Sultra saat ini, tambahnya, semua dapat menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

Ditempat yang sama, Wali Kota Kendari Asrun mengatakan, jika memang pemerintah menghapuskan sertifikasi guru berarti tujuannya juga baik. Artinya guru dituntut untuk profesional di dalam mendidik anak dan itu bisa terjadi jika senantiasa disegarkan ilmunya.

“Jadi sertifikasi juga ada tingkat kadaluarsanya, sehingga dengan begitu melalui hiburan-hiburan yang dilakukan seperti dalam pelantikan Pengda PGRI mereka bisa saling mengingatkan,” ujarnya.

Akan tetapi, ucap Asrun, kalau sertifikasi dihapus maka bagaimana lagi cara untuk menilai guru yang profesional. Menurutnya, harus ada pilihan lain misalkan dengan menaikan gaji guru biar sama rata. (m3/nur)

To Top