Beranda

Hadapi Pilkada, PGRI Kota Kendari Tidak Akan Terlibat Politik Praktis

Makmur

Makmur

KENDARI,BKK– Menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Kendari 2017 mendatang, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari tidak akan terlibat dalam politik praktis.

Hal itu diungkapkan Ketua PGRI Kota Kendari Makmur saat menghadiri acara pelantikan pengurus cabang PGRI se-Kota Kendari masa bhakti 2016-2021 yang bertempat di Aula Bertaqwa, Rabu (28/9).

“PGRI itu organisasi independen yang melakukan kegiatan non politik praktis, jadi PGRI tidak terlibat disitu.,” tutur Makmur.

Menurutnya, PGRI merupakan organisasi guru yang mempunyai tugas dan peran untuk mendidik dan meningkatkan kesejahteraan serta kopetensi guru itu sendiri, sehingga bisa lebih mampu melaksanakan tugasnya untuk menciptakan kualitas pendidikan yang baik.

Makmur kemudian mengimbau, kepada seluruh anggota PGRI untuk tidak melakukan kampanye-kampanye terselubung atau mensosialisasikan salah satu kandidat calon kepala daerah Kota Kendari di sekolah maupun di luar sekolah.

“Jika ada indikasi atau temuan di lapangan melakukan semacam kampanye, maka yang bersangkutan tentu akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Seperti diketahui, kandidat calon kepala daerah Kota Kendari yang akan bertarung pada 2017 nanti, berjumlah tiga pasang yakni Adriatma Dwi Putra yang berpasangan dengan Sulkarnain, Abdul Rasak yang berpasangan dengan Haris Andi Surahman dan pasangan Muhammad Zayat Koemuddin dengan Suri Syahriah Mahmud.

Pasangan ADP dan Sulkarnain diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sedangkan Pasangan Abdul Rasak dan Haris Andi Surahman, diusung oleh Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Sementara itu, pasangan Muhammad Zayat Koemuddin dengan Suri Syahriah Mahmud diusung oleh empat partai yaitu Partai PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Demokrat. (p8/nur)

To Top