Jenazah Bayi Terendam di Pinggir Kali – Berita Kota Kendari
Headline

Jenazah Bayi Terendam di Pinggir Kali

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI KEJAM NIAN. Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah bayi berkelamin laki-laki, di bawah jembatan Jl Madusila, Anggoeya, Poasia, Kendari, Senin siang (26/9). Foto lain memperlihatkan jenazah bayi malang tersebut.

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
KEJAM NIAN. Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah bayi berkelamin laki-laki, di bawah jembatan Jl Madusila, Anggoeya, Poasia, Kendari, Senin siang (26/9). Foto lain memperlihatkan jenazah bayi malang tersebut.

ok-ft-hl-penemuan-mayat-bayi-1KENDARI, BKK – Biadab benar. Siapa pun orang ini, rasa kemanusiaannya jelas sudah hilang.
Bagaimana tidak, tanpa rasa kasihan sedikit pun, ada orang yang tega meletakkan bayi di pinggir kali yang terdapat di Jl Madusila, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, lalu ditinggalkan begitu saja. Bayi malang ini pun meninggal dunia.
Penemuan jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki ini bermula saat dua bersaudara, Muhammad Sarif (29) dan Muhammad Yasin (27), warga Jl Ruruhi Kecamatan Anggoeya, hendak memancing ikan di samping jembatan Madusila. Kemudian kedua kakak beradik ini masing-masing mencari lokasi yang tepat untuk melempar mata kail.
“Saya pertama lempar kail. Lalu saya lihat adikku cari tempat lain,” tutur Sarif yang ditemui di lokasi kejadian.
Yasin yang tengah mencari tempat memancing pun terperanjat saat pandangannya mengarah ke pinggir kali. Di situ ada sesosok bayi yang terendam di pinggir kali, diapit oleh dua bongkahan batu kali. Padahal saat itu, air sungai sudah surut.
“Awalnya saya kira itu boneka karena putih sekali. Jadi saya panggil kakakku tanya, ‘bukan mayat bayi itu kah?’,” timpal Yasin.
Saat itu, seorang warga lainnya bernama Ansar, yang juga ingin memancing, datang ke lokasi. Ansar pun ikut bergabung dengan dua saudara itu. Setelah memastikan itu mayat bayi, Ansar kemudian menghubungi Polsek Poasia.
Tak lama kemudian, jajaran Polsek Poasia sudah tiba di pinggir kali. Mereka lalu meminta bantuan dari Polda Sultra untuk menurunkan tim K-9 yang memiliki anjing pelacak. Bersama tim K-9 yang tiba kemudian, polisi pun melakukan olah TKP untuk mencari petunjuk atas kasus ini.
Proses penyelidikan polisi di TKP pun mengundang rasa penasaran para pengendara yang melintas. Apalagi ada anjing K-9 yang ikut diterjunkan. Masyarakat pun bergerombol menonton di luar garis polisi yang sebelumnya sudah dipasang.
Kapolsek Poasia, Kompol Haeruddin menjelaskan, dari hasil olah TKP, polisi menemukan satu lembar baju berwarna oranye yang digunakan untuk membungkus bayi malang itu. Polisi juga menemukan kantong plastik berwarna hitam.
Apakah bayi tersebut sudah meninggal sebelum diterlantarkan di tempat itu, Kompol Haeruddin belum bisa memastikannya. “Nanti dijelaskan sama pihak RS (Bhayangkara). Karena bayi ini akan kita bawa ke sana,” katanya.
Ditanya lagi apakah kemungkinan bayi itu merupakan hasil hubungan gelap? Kompol Haeruddin menjawab hal itu harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu.
Saat ditemukan, kulit bayi malang ini sudah berwarna putih pucat, seperti sudah lama terendam daam air. Usai melakukan olah TKP sekitar pukul satu siang, polisi kemudian mengevakuasi jenazah bayi malang ini ke RS Bhayangkara. (p4)

To Top