Pendidikan

Dikbud Kendari Apresiasi Pramuka Jadi Eskul Wajib

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, mengapresiasi kebijakan baru yang dilaunching Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) nomor 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler (Eskul) wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

“Saya kira kebijakan baru yang dilaunching kementerian yakni pramuka kembali masuk ke dikbud merupakan hal yang sangat positif,” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Kota Kendari Makmur, Minggu (25/9).

Terkait dengan pramuka, kata Makmur, sejak dua tahun lalu pihaknya sudah membentuk saka widya budaya bhakti yang berpangkalan di Dikbud Kota Kendari. Tujuannya agar bisa menghimpun seluruh gugus depan yang berada di sekolah menjadi saka besar yaitu saka widya budaya bhakti.

Dengan demikian, menurutnya, kegiatan dan tujuan pelaksanaan pramuka itu sendiri menjadi terkontrol dan terukur hingga membentuk peserta didik melalui kegiatan-kegiatan pramuka yang sangat positif.

“Hal-hal yang sudah dipersiapkan adalah kami sudah melakukan secara rutin kema bhakti bersama para kepala sekolah (Kepsek), dengan tujuan memberikan pemahaman dasar terkait pramuka,” paparnya.

Dalam kegiatan pramuka itu sendiri, lanjutnya, masing-masing kepsek yang ada di Kota Kendari akan menjadi Ketua Mabigus atau Gudep. Dalam hal ini, mereka harus betul-betul paham dengan pramuka untuk diterapkan di sekolahnya masing-masing.

“Bahkan para Ketua Mabigus di setiap sekolah sudah kami latih untuk mengikuti kursus mahir dasar kepramukaan. Kursus tersebut baru dilakukan untuk angkatan pertama. Rencananya tahun ini kursus angkatan kedua akan dilaksanakan,” tuturnya.

Makmur menambahkan, pihaknya telah melakukan latihan gabungan kepramukaan yang dilaksanakan setiap Sabtu. Semua gudep yang ada di sekolah-sekolah dilibatkan dengan menghadirkan pelatih berasal dari saka widya budaya bhakti.

“Harapan kita dengan dijadikannnya pramuka sebagai eskul, pramuka bisa lebih bergaung lagi untuk menciptakan pendidikan karakter yang gotong royong, religius dan juga memiliki tanggang jawab dan kepedulian terhadap orang lain,” tambahnya. (m3/nur)

To Top