Suksesi

Lurah dan Camat agar Jangan Ikut Berpolitik

AKBAR HAMDAN/BERITA KOTA KENDARI BERI SEMANGAT. Ketua DPD Partai Demokrat Sultra, Muhammad Endang menyampaikan orasi dalam Deklarasi Zayat - Syahriah di pelataran Tugu MTQ, Kota Kendari, Jumat (23/9). Zayat - Syahriah menjadi Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari yang terakhir mendaftar di KPU Kendari.

AKBAR HAMDAN/BERITA KOTA KENDARI
BERI SEMANGAT. Ketua DPD Partai Demokrat Sultra, Muhammad Endang menyampaikan orasi dalam Deklarasi Zayat – Syahriah di pelataran Tugu MTQ, Kota Kendari, Jumat (23/9). Zayat – Syahriah menjadi Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari yang terakhir mendaftar di KPU Kendari.

KENDARI, BKK– Isu mobilisasi jajaran Pemkot Kendari dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Kendari menjadi penekanan Bakal Calon Wali Kota Kendari, Zayat Kaemoedin, saat memberikan orasi politiknya di pelataran Tugu MTQ, Jumat (23/9). Pria yang akrab dengan sebutan Derik ini mengingatkan agar PNS agar tidak coba-coba ikut berpolitik.

Derik yang sudah kenyang dengan pengalaman sebagai birokrat, mengaku tahu persis seperti apa permainan para PNS di setiap momen Pilkada. “Saya tegaskan, jangan ada PNS yang coba macam-macam, baik itu lurah, camat dan pejabat SKPD,” serunya.

Dia pun mengimbau para PNS, terutama pejabat agar jangan takut dengan tekanan. Menurutnya, akan jauh lebih baik jika PNS tetap netral dan menjaga profesionalismenya sebagai abdi negara yang melayani masyarakat, bukan melayani calon tertentu.
Kalau nantinya kubu Derik menemukan ada PNS yang tetap berpolitik praktis, Derik menjamin akan melapor sesuai mekanisme yang berlaku. Dia pun kembali mengingatkan akan adanya sanksi pidana bagi PNS yang tidak netral dalam Pilkada.

“Sekali lagi saya tekankan, saya tahu persis bagaimana PNS bermain atau digerakkan. Jangan macam-macam atau risikonya tanggung sendiri,” kata mantan Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sultra dan Penjabat Bupati Muna ini.

Tak hanya itu, Derik juga mengangkat isu membengkaknya data calon pemilih. Dia pun meminta pihak penyelenggara agar benar-benar cermat dalam memproses pemutakhiran data calon pemilih. Jangan sampai mau diintervensi oleh pihak tertentu.

Dalam orasi politiknya, Derik mengaku tidak mau menyampaikan janji-janji politik. Jika terpilih sebagai wali kota, Derik siap mengabdikan dirinya untuk masyarakat.

“Saya tidak mau seperti calon lain yang menjanjikan ini dan itu. Tapi satu hal yang pasti, saya akan membuka pintu saya selebar-lebarnya untuk masyarakat. Tidak akan ada pembatasan. Kalau masyarakat temukan masalah, langsung saja temui saya,” katanya.

Bakal Calon Wali Kota Kendari, Suri Syahriah Mahmud ikut tampil memberikan orasi politik. Politikus Partai Demokrat itu lebih banyak mengangkat isu kesetaraan gender dalam mengakses layanan pemerintah, dan mengingatkan bahwa hanya dia satu-satunya calon yang mewakili kaum perempuan.
Anggota DPRD Kota Kendari ini juga menjanjikan transparansi untuk seluruh dokumen-dokumen publik, terutama APBD Kota Kendari. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi kesulitan dalam mengakses dokumen yang diinginkan dan bisa ikut mengawasi jalannya roda pemerintahan.

Deklarasi tersebut dihadiri oleh seluruh ketua pengurus partai politik koalisi, masing-masing Ketua DPD Partai Demokrat Sultra Muhammad Endang, Ketua DPW PDIP Sultra Hugua, Ketua DPW PPP Sultra Rasyid Syawal serta Ketua DPD Hanura Sultra Sabri Manomang. Begitu juga dengan pengurus di tingkat Kota Kendari.

Endang, Hugua, Rosyid dan Sabri sama-sama menyebut bahwa Zayat – Syahriah merupakan pasangan paling sempurna dan menyebutnya sebagai Pasangan Nusantara. Kolaborasi nasionalisme – religius, laki-laki dan perempuan serta birokrat dan politisi.

“Calon lain tidak ada yang seperti calon kita,” kata Endang yang tak lain suami dari Suri Syahriah.
Endang juga memuji para pendukung dan simpatisan yang datang ke arena deklarasi dengan menggunakan biaya sendiri-sendiri. Bahkan ada yang datang-datang dari pulau hanya untuk memberikan dukungan moril.     Mantan Ketua KPU Konsel ini pun meminta para pendukung Zayat –

Syahriah mengedepankan kejujuran dan ketulusan. Tak boleh ada satu pun pendukung yang menggunakan intimidasi dalam mensosialisasikan pasangan tersebut.

“Kita harus tunjukkan Kota Kendari sebagai barometer Pilkada yang sukses,” ucapnya.
Hugua juga ikut memuji pasangan yang diusung partainya. Baik Derik maupun Suri, kata dia, merupakan figur yang cemerlang di bidangnya masing-masing. Itulah yang mendasari partainya memilih pasangan tersebut.

Sementara Rasyid Syawal meyakinkan bahwa Derik akan mampu menjadi wali kota yang luar biasa. Menurutnya, Derik tidak akan kesulitan meningkatkan layanan pemerintahan karena sudah sangat berpengalaman dalam dunia birokrasi.

“Pak Derik terlahir dari keluarga birokrat ulung dan dibesarkan dalam birokrasi dengan karir yang cemerlang,” pujinya.

Adapun Sabri Manomang mengatakan masyarakat Kendari sudah cerdas dalam menentukan pilihan. “Jika kita mengikuti hati nurani, maka kita akan segera temukan bahwa pasangan inilah yang paling baik,” kuncinya.

Deklarasi ini dihadiri ribuan orang pendukung dan simpatisan, serta pengurus partai politik. Selesai deklarasi, pasangan ini kemudian diantar mendaftar di KPU Kendari.

Zayat – Syahriah menjadi pasangan ketiga dan terakhir yang mendaftar di KPU Kendari. (p7-P11/aha)

To Top