Ternak Berkeliaran, Petani Mengeluh – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Ternak Berkeliaran, Petani Mengeluh

RUMBIA, BKK – Kurangnya kesadaran pemilik ternak di desa Lengora Pantai kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana dalam menjaga hewan ternaknya membuat belasan hektare sawah milik warga rusak. Sejumlah hewan ternak seperti, Kerbau dengan leluasa menggasak lahan persawahan milik warga. Akibatnya, warga setempat mengeluh sebab tanaman padi milik mereka terancam gagal panen.

Agustinus (38), salah seorang petani di desa tersebut mengaku resah dengan kondisi tersebut. Menurutnya, para pemilik ternak harusnya menjaga hewan ternaknya agar tidak bebas berkeliaran.

“Yang saya tau, hewan ternak seperti kerbau, sapi, kambing, dan sejumlah hewan ternak lainnya. Bukan mau dilepas bebas baru rusak tanaman. Ini saya punya sawah sudah saya pagari, tapi masih juga dirusak pagarku,” keluh Agus pada wartawan koran ini di Rumbia, kemarin.

Menurutnya, masalah tersebut harus menjadi perhatian pemerintah desa agar warga tidak resah.
Warga lain bernama Hadirun (42) juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia, banyaknya hewan terbak yang setiap hari berkeliaran sangat mengancam keselamatan bagi sawah milik petani.

“Banyak mi padinya warga yang dimakan kerbau disini. Sawah milik warga juga banyak dirusak kerbau,” ujar Hadirun.

Belakangan, tambah pria berpostur tubuh besar ini, ada seekor kerbau yang mati ditengah sawah milik warga. Namun yang mengherankan, pemilik ternak melaporkan masalah tersebut pada pihak kepolisian setempat. “Saya juga heran, kalau kerbau yang rusak padinya orang, pemilik sawah tidak melapor ke Polisi, tapi kalau ada kerbau yang mati, pemiliknya malah melaporkan pemilik sawah ke Polisi. Ini kan aneh,” kata Hadirun.

Sehingga, masalah ini harus menjadi perhatian semua pihak, mengingat desa Lengora Pantai saat ini merupakan satu-satunya desa di Kabaena Tengah yang memiliki areal persawahan yang cukup luas.

Kapolsek Kabaena Timur, Ipda Piter Mantiri yang dikonfirmasi terkait hal ini, membenarkan adanya hewan ternak yang mati disalah satu areal persawahan milik warga di desa itu.

Hanya saja, masalah tersebut belum dilaporkan secara resmi pada pihak kepolisian. Masalah ini, lanjut mantan Wakapolsek Rarowatu ini masih diurus secara kekeluargaan.

“Ada memang informasi yang saya dengar terkait masalah ini, tapi tadi mereka masih bicarakan secara kekeluargaan. Pemilik ternak dan pemilik sawah sudah bertemu untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Dia mengatakan, masalah ini memang harus menjadi perhatian pemerintah desa, tujuannya untuk menghindari terjadinya korban, baik hewan ternak, maupun tanaman padi milik warga. (cr2)

To Top