Kasuistika

Latihan Gerilya Anti Gerilya Resmi Ditutup

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI MAKIN PERKASA. Anggota Brimob Polda Sultra menerima ucapan selamat dari sejumlah perwira TNI AD, AL maupun AU dalam acara penutupan Pendidikan dan Latihan Gerilya Anti Gerilya di Mako Brimob Sultra, Kamis (22/9) kemarin.

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
MAKIN PERKASA. Anggota Brimob Polda Sultra menerima ucapan selamat dari sejumlah perwira TNI AD, AL maupun AU dalam acara penutupan Pendidikan dan Latihan Gerilya Anti Gerilya di Mako Brimob Sultra, Kamis (22/9) kemarin.

KENDARI, BKK – Setelah menjalani masa pendidikan dan pelatihan yang cukup berat, Diklat Gerilya Anti Gerilya atau GAG Lanjutan yang diikuti oleh personel Brimob Polda Sultra secara resmi ditutup.

Penutupan Diklat GAG ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra Brigjen Pol Agung Sabar Santoso di lapangan upacara Mako Sat Brimob, Kamis (22/9) sore.
Kapolda menjelaskan, Diklat ini berlangsung selama sebulan penuh yang dimulai 22 Agustus lalu, dan diikuti oleh 101 anggota Sat Brimob. Lokasi latihan berpindah-pindah sesuai dengan materi latihan, diantaranya Lasolo (Konut), SPN Anggotoa, Uluiwoi (Konawe), Ladongi (Koltim) hingga daerah Konsel.
Materi yang diterima para peserta meliputi navigasi darat, patroli keamanan, patroli penghadangan, patroli penyergapan, perlawanan dengan penghadangan kendaraan, perlawanan dengan penghadangan jalan kaki, pengepungan dan penggeledahan, pertahanan BOD, menembak reaksi, reload and mallfunction, teknik bertahan hidup hingga medical combat.
Diklat tersebut bertujuan menciptakan kesamaan persepsi tiap prajurit dalam melakukan operasi, sekaligus meningkatkan kemampuan tempur mereka. Selain itu, Diklat ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kedisiplinan, menumbuhkan kepercayaan diri serta terpeliharanya fisik bagi personel Sat Brimob.
“Saya berharap latihan ini menghasilkan para personil yang berkualitas dan mampu diandalkan di lapangan dalam bertindak sesuai ketentuan, serta menghindari pelanggaran HAM,” kata Kapolda dalam sambutannya.
Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto menambahkan, selama masa pendidikan, Polda melibatkan instruktur yang sudah berpengalaman, baik dari Brimob sendiri maupun dari Korem Woroagi. Keterlibatan TNI ini juga untuk menciptakan soliditas antar Polri – TNI serta terjadinya transfer ilmu dan keahlian.
Acara penutupan ini dihadiri oleh Danrem 143 UHO, Danlanal Kendari, Danlanud Kendari, Wakapolda Sultra dan pejabat utama Polda serta para Pamen TNI Polri. (p4/aha)

To Top