KPU Bombana : Yang Diakui Hanya yang Dapat SK Menkumham – Berita Kota Kendari
Suksesi

KPU Bombana : Yang Diakui Hanya yang Dapat SK Menkumham

RUMBIA, BKK- Dualisme dalam tubuh kepengurusan PPP kini berimbas pada Pilkada Bombana. Pasalnya, PPP kubu Djan Fariz dan PPP kubu Romahurmuziy sama-sama memberikan mendukung kepada calon yang berbeda.
PPP kubu Djan Fariz mendukung bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Bombana, Tafdil – Johan. Sementara PPP kubu Romahurmuzy mendukung Kasra – Man Arfah.
Menghadapi persoalan ini, Komisi Pemilihan Umum Bombana menyatakan akan tetap berpegang pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum. Dalam PKPU tersebut dinyatakan, KPU hanya menerima kepengurusan partai politik yang mendapatkan pengakuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Meski belum menyatakan secara terbuka, KPU mengisyaratkan akan mencoret PPP kubu Djan Fariz dari daftar parpol pengusung Tafdil – Johan. Sebaliknya, KPU hanya akan menerima PPP kubu Romahurmuzy yang mendukung pasangan Kasra – Man Arfah.
Ketua KPU Bombana, Arisman menjelaskan KPU masih mengevaluasi keabsahan dukungan seluruh partai politik pengusung, tak terkecuali PPP. “Berdasarkan aturan, kami hanya bisa mengakomodir rekomendasi yang dikeluarkan oleh pengurus dari kubu Romahurmuzy. Kubu ini kan yang di SK-kan oleh Kementrian Hukum dan HAM,” katanya.
Bagi pasangan Tafdil – Johan, kalau pun harus kehilangan dukungan PPP, mereka tetap memenuhi syarat untuk maju di Pilkada. Pasangan dengan Tagline Bertahan ini sudah didukung oleh koalisi gemuk gabungan PAN (9 kursi), Golkar (3 kursi), Gerindra (2 kursi), Nasdem (2 kursi), Hanura (1 kursi) serta Demokrat (1 kursi). Total 18 kursi dari syarat 5 kursi dari 25 kursi di DPRD setempat.
Sementara Kasrah – Man Arfah, memang sangat membutuhkan PPP dalam koalisinya. Pasangan ini diusung oleh koalisi PBB (2 kursi), PKS (1 kursi), PDIP (1 kursi) dan PPP (3 kursi). Totalnya ada tujuh kursi.
Mengenai masalah ini, Sekretaris DPW PPP Sultra versi Djan Fariz, Dahris menegaskan proses legitimasi PPP belum usai. Pasalnya, kubu Djan Fariz masih menunggu hasil judicial review di MK mengenai UU Pilkada. Dahris bahkan akan menuntut pasangan yang menggunakan PPP di luar Djan Fariz ke jalur hukum.
“Jika dalam dua atau tiga hari ke depan, pengurus PPP kubu Djan Fariz memenangkan yudicial review ini, insya Allah pasangan Tafdil-Johan tidak akan menyesal memilih rekomendasi kubu ini,” kata Dahris sebelumnya. (cr2/aha)

To Top