Beranda

Jadi Plt Kepala Desa, Seorang Guru Didemo

 RIDHA/BKK Puluhan massa yang tergabung dalam  Barisan Masyarakat Penyelamat Desa Rambaha saat melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dinas Dikpora Bombana, Kamis (22/9).

RIDHA/BKK
Puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Penyelamat Desa Rambaha saat melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dinas Dikpora Bombana, Kamis (22/9).

RUMBIA, BKK – Merangkap dua jabatan, sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa Rambaha dan guru, Jumail dinilai abaikan tugas sebagai tenaga pengajar. Masalah ini terkuak saat puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Penyelamat Desa Rambaha melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Dikpora) Bombana, Kamis (22/9).

Dalam aksi itu, koordinator lapangan (Korlap) aksi demonstrasi, Rahman mengatakan, Jumail ini awalnya berporofesi sebagai seorang tenaga pengajar di SDN 71 Lamoare. Yang menjadi masalah adalah, karena Pemkab Bombana masih juga mengangkat Jumail sebagai Plt Kepala Desa di Rambaha, sementara dirinya merupakan wali siswa kelas VI yang sebentar lagi akan menghadapi ujian.

“Kami datang di sini untuk mempertanyakan kepada pihak Dikpora mengapa Jumail diizinkan menjabat sebagai Plt Kades, sementara dia ini aktif mengajar sebagai guru?” tanya Rahman.

Jika pemerintah setempat membiarkan hal ini, lanjut Rahman, maka banyak pihak yang dirugikan terutama siswa yang duduk dibangku kelas VI SDN 71 Lamoare dan orang tua siswa dimana yang mereka inginkan agar anaknya bisah didik dengan baik.

“Kenyataan di lapangan selama Jumail menjabat Plt Kades tugas mengajarnya itu tersita, dia lebih fokus kerja sebagai Kades,” ungkap Rahman.

Orang tua siswa SDN 71 Lamoare, Harun mengaku, sebelum Jumail menjadi Plt Kades, dirinya bersama keluarga berharap kepada Jumail bisa mendidik anaknya. Namun Jumail dinilai mengejar jabatan. “Mengapa tidak, anak saya sekarang itu pak kesekolah kadang tidak belajar, kalaupun saudara Jumail mengajar kelas hanya memberi buku pelajaran lalu menulis isi buku itu, kemudian Jumail keluar kelas bahkan tidak kembali mengajar lagi,” ungkap Harun.

Menanggapi hal itu, Kadis Dikpora Bombana Abdul Rauf Abidin menjelaskan, informasi Jumail mengabaikan tugas mengajar baru diketahuinya. “Kami punya tim pengawas di sana, toh tak ada satu pengawas pun yang melapor bahwa dia (Jumail, red) tidak aktif mengajar. Tapi hal ini saya akan cross check kembali,” janji Rauf.

Mantan Sekertaris Dikpora Bombana ini mengatakan, Jumail ini mendapatkan izin dari pihaknya untuk menjabat sebagai Plt Kades dan itu permintaan camat setempat. Dengan adanya permintaan camat setempat, mau tidak mau, pihaknya memberikan izin itu karena biar bagaimanapun dia adalah warga setempat.
“Dia telah memiliki SK Bupati mana berani saya menggugurkan SK Bupati. Kalau persoalan kurang aktifnya dia mengajar pihaknya akan menyelidiki persoalan itu,” katanya.

Rauf menambahkan, selagi tidak mengganggu tugas utamanya sebagai pengajar itu pasti di izinkan, kalau sudah menghalangi tugas utama itu baru pihaknya tidak akan memberikan izin. “Sepengetahuan kami sampai sekarang ini, Jumail itu aktif mengajar dan tidak menghalangi tugas utamanya untuk itu kami mengeluarkan izin,” jelas Rauf. (cr2)

To Top