Bisnis & Ekonomi

Franchise Malaysia yang Digandrungi Kawula Muda

Di Kota Kendari, siapa yang tak mengenal Bangi Kopitiam. Setiap harinya, para eksekutif maupun kawula muda silih berganti masuk ke kafe ini untuk pertemuan bisnis hingga sekadar kongkow menikmati secangkir kopi atau teh tarik.

AKBAR HAMDAN/BERITA KOTA KENDARI SIAP MELAYANI. Manajer Bangi Kopitiam, Budi Priyadi beserta sejumlah karyawan.

AKBAR HAMDAN/BERITA KOTA KENDARI
SIAP MELAYANI. Manajer Bangi Kopitiam, Budi Priyadi beserta sejumlah karyawan.

NIKMATI SUASANA. Dua mahasiswi memilih halaman belakang kafe untuk bersantai.

NIKMATI SUASANA. Dua mahasiswi memilih halaman belakang kafe untuk bersantai.

Bangi Kopitiam sendiri terbilang sebagai kafe baru di Kota Kendari. Kafe yang terletak di bilangan Jl Saosao resmi beroperasi pada 28 Februari tahun ini. Meski baru enam bulan lebih, namun respons masyarakat kota ini sudah sangat luar biasa.
Dengan target konsumen kalangan menengah ke atas, Bangi Kopitiam tampil sebagai kafe moderen khas kota-kota besar. Tak heran, para kawula muda di Kendari pun menjadikan kongkow di kafe ini sebagai gaya hidup baru.
Namun tahukah Anda, Bangi Kopitiam merupakan franchise asal Malaysia. Sejarah kafe ini ternyata sudah sangat lama. Dimulai tahun 1967, dari beberapa orang yang menyebut diri mereka sebagai Muhibbah. Di negeri Jiran itu, Mubhibbah berarti kebersamaan atau berkumpul.
Inilah yang kelak menjadi filosofi sekaligus cikal bakal menyebarnya franchise Bangi Kopitiam hingga ke Indonesia. “Muhibbah adalah kebersamaan dari berbagai macam suku, ras, budaya dan agama. Artinya, Bangi Kopitiam adalah tempat kita merajut kebersamaan,” kata Manajer Bangi Kopitiam, Budi Priyadi, Kamis (22/9)
Di Indonesia sendiri, Bangi Kopitiam pertama kali dibangun di Pesanggerahan, 2011 silam. Hingga kini, Bangi Kopitiam sudah punya lebih dari 80 outlet di Indonesia, termasuk di Kota Kendari.
Bangi Kopitiam tetap setia dengan menu-menu khas dari asalnya di Malaysia, yakni 70 persen menu Melayu, 10 persen menu western, 10 persen menu China dan 10 persen lagi, tentu saja dari kuliner khas Indonesia.
Ini pula yang membedakan Bangi Kopitiam dengan kafe-kafe sejenis di kelasnya. Untuk minuman, Bangi Kopitiam mengandalkan teh dan kopi tarik yang merupakan minuman khas Melayu. Sementara untuk makanan ringannya adalah Malacca Portugese Toast atau roti panggang isi butter.
Dua menu andalan ini memang tak akan pernah didapatkan di kafe manapun karena bahannya impor langsung dari Malaysia. “Untuk tehnya saja bukan di sini ambilnya. Langsung dari Jakarta. Begitu juga dengan bahan rotinya. Cita rasanya memang beda,” kata Budi.
Seiring berkembangnya gaya hidup masyarakat perkotaan, termasuk di bidang kuliner, Bangi Kopitiam juga ikut menambah item menunya. Sampai saat ini, Bangi Kopitiam sudah mengoleksi lebih 200 jenis makanan dan minuman. Tak lagi hanya sebatas Melayu, China, Western dan Indonesia, namun sudah merambah ke kuliner Thailand.
“Jadi di Bangi, semua jenis makanan dan minuman sudah ada,” tambah pria yang berasal dari Provinsi Banten ini.
Di Bangi Kopitiam Kendari, setiap ruangan memunculkan suasana yang berbeda-beda. Untuk yang ingin santai dan ramai, kebanyakan memilih di bagian depan yang boleh dibilang sebagai teras kafe.
Ruang selanjutnya adalah ruang tengah. Ruangan ini mengesankan suasana yang lebih ekslusif. Tak heran ruangan ini seringkali terlihat para eksekutif muda di Kendari berkumpul sambil menikmati hidangan makanan.
Selain itu, masih ada lagi ruangan di bagian belakang yang didesain untuk pengunjung yang memilih nuansa santai namun tak ramai. Ruangan di bagian belakang ini banyak ditempati oleh kawula muda. Setiap ruangan, ditunjang dengan interior yang unik.
Tak hanya itu, Bangi Kopitiam juga menyediakan ruangan VIP bagi pengunjung yang menginginkan privasi beserta koleganya. Ruangan tersebut berada di lantai dua dengan daya tampung maksimal 20 orang.
Bangi Kopitiam tak cuma mengandalkan interior dan eksteriornya agar para pengunjungnya bisa betah. Kafe ini juga mulai rutin menghadirkan band musik hingga DJ untuk menghibur para pengunjungnya.
“Akhir bulan ini kita akan hadirkan Size A Band,” kata Budi.
Dewasa ini, Bangi Kopitiam tak ingin membatasi kafenya hanya dinikmati oleh kalangan menengah ke atas yang rata-rata eksekutif muda. Kafe ini juga mulai menyajikan paket-paket menu dengan harga yang sangat terjangkau.
Budi menjelaskan, di Bangi Kopitiam sudah tersedia menu kopi maupun makan murah. Harganya mulai Rp 19.000 sampai Rp 28.000 per nett. Harga menu ini tentu hanya setengah dari harga menu premium Bangi Kopitiam. (aha)

To Top