Pemadam Dinilai Tak Sigap Hadapi Kebakaran – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Pemadam Dinilai Tak Sigap Hadapi Kebakaran

BURANGA, BKK – Lambatnya penanganan  yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pemadam Kebakaran setempat, ketika melakukan proses pemadaman kobaran api yang menghanguskan 10 kios blok F Pasar Modern Minaminanga, Selasa (20/9) malam, mendapat sorotan dari masyarakat. Salah satunya muncul dari Lembaga Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) Butur. Melalui Sekda LIRa, Muh Sairman Sahadia menyoroti kesiapan dinas terkait dalam menghadapi insiden kebakaran. Dalam penanganan musibah kebakaran tidak adanya standar operasional prosedur (SOP) dalam hal tindakan cepat penanganan.

Selain itu, kurangnya armada Damkar yang dimiliki Pemda Butur menjadi biang lambatnya pemadaman api. “Pemerintah Daerah Butur banyak catatan buruk yang harus segera mendapatkan perhatian serius, utamanya dari segi penanganan saat terjadi musibah kebakaran, misalkan saja manajemen dinas yang bersangkutan, penambahan armada pemadam, dan hal teknis lain yang menunjang antisipasi pemadaman api,” tegas Sairman, Rabu (21/9).

Meskipun demikian, Sairman yang juga Sekretaris KNPI Butur ini tetap memberikan apresiasi atas tindakan  petugas pemadam kebakaran yang dibantu dengan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Butur yang berhasil memadamkan amukan api di Pasar Minaminanga.

“Kita tetap berikan apresiasi, walaupun seperti itu masih banyak kekesalan dari masyarakat akibat terbatasnya armada, dan keterlambatan pemadaman, dan kurangnya pemahaman SOP pemadaman. Ini tentu manjadi catatan pnting bagi pemerintah untuk terus berbenah,” harapnya.

Seperti apa yang terpantau awak media ini pada saat  kejadian kebakaran tersebut, Damkar yang dimiliki Dinas Kebersihan dan Pemadam, hanya satu yang beroperasi berusaha memadamkan kobaran api. Itu pun mobil itu, terlambat datang. Setelah tiba di TKP, mobil Damkar yang telah berisi air tak bisa mengeluarkan air diselang atau macet. Sekitar 15 menit pasca tiba di TKP baru bisa beroperasi.

Tak berapa lama, air mobil Damkar itu habis, dan meninggalkan tempat untuk kembali mengisi air, sehingga api kembali leluasa menghanguskan beberapa kios. Untungnya, bantuan datang satu unit mobil Damkar milik BNPB Butur, dibantu dengan mobil Pick Up yang memuat tower air menghadang laju api, sehingga tidak meluas pada bangunan lainnya.

Walaupun kondisinya seperti itu, namun pihak Dinas Kebersihan dan Pemadam Kebakaran tak ingin dikambing hitamkan. Melalui Kepala Dinasnya, Amimuddin membeberkan penyebab lambatnya penanganan pemadaman kebakaran itu karena tidak tersedianya penampung air yang terdekat. Kemudian, banyaknya masyarakat yang menutup arus jalan, sehingga menyulitkan mobil Damkar masuk ke TKP.

“Jadi agak susah kami cari stok air, karena tidak ada stok penampung air yang terdekat. Bukan hanya itu, banyaknya masyarakat yang berkerumun sempat menyulitkan mobil pemadam mendekat. Kalau SOP kami sudah lakukan itu sesuai petunjuk penanganan,” imbuh Amimuddin saat ditanya oleh Bupati Butur Abu Hasan terkait penanganan pemadaman kebakaran pasar Minaminanga.(k5/d)

To Top