Gagal Bobol ATM, Pengamen dan Pencuci Mobil Ditangkap – Berita Kota Kendari –
Kasuistika

Gagal Bobol ATM, Pengamen dan Pencuci Mobil Ditangkap

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI KURANG PENGALAMAN. Polisi mengintrogasi tiga pelaku percobaan pembobolan ATM Bank Mandiri, di Polsek Mandonga, Rabu (21/9).

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
KURANG PENGALAMAN. Polisi mengintrogasi tiga pelaku percobaan pembobolan ATM Bank Mandiri, di Polsek Mandonga, Rabu (21/9).

KENDARI, BKK – Ala bisa karena biasa. Pameo ini harusnya menjadi pelajaran penting bagi empat sekawan ini. Apalagi, jika pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian tingkat tinggi.
Empat sekawan ini, ceritanya mencoba peruntungan dengan membobol salah satu mesin ATM
milik Bank Mandiri di Jl Saosao, Kecamatan Kadia. Hanya dengan mengandalkan selembar kartu ATM yang mereka temukan di sekitaran Tugu MTQ, empat sekawan yang terdiri dari Anto (20), Tesa (19), Feri (20) serta seorang yang masih diinisialkan namanya ini pun memulai aksinya di tengah malam, Selasa (20/9) lalu.
Awalnya, mereka mengandalkan keberuntungan dengan memasukkan kartu ATM dan menebak-nebak nomor PIN ATM. Karena telah melebihi batas waktu, kartu ATM itu pun gagal mengeluarkan uang.
Tak puas sampai di situ, mereka mencoba mencungkil bagian kunci mesin ATM dengan bermodalkan obeng. Nyata saja, mereka sulit menembusnya karena justru bagian ini tingkat pengamanannya paling tinggi.
“Mereka merusak kunci mesin ATM itu dengan cara mencungkil dengan menggunakan obeng. Tak bisa,” kata Wakapolsek Mandonga, AKP Tung Guna

Setelah semua upaya ini gagal, empat sekawan yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen dan pencuci mobil ini pun meninggalkan mesin ATM tersebut. Yang tak mereka sadari, sedari tadi kamera pengawas alias CCTV di ATM tersebut, telah merekam seluruh gerak-gerik mereka.
Walhasil, pagi harinya, pihak Bank Mandiri yang menemukan kerusakan pada bagian kunci mesin ATM itu, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Mandonga. Pihak bank datang membawa alat bukti berupa rekaman CCTV.
Berbekal rekaman CCTV itulah, polisi langsung bergerak mencari pelaku. Ternyata, dua orang pelaku merupakan karyawan pencucian mobil yang berada di dekat ATM tersebut. Dari keterangan dua pelaku, polisi menangkap lagi Tesa. Sementara satu pelaku lainnya berinisial Ag, belum berhasil ditemukan.
Meski tak berhasil membobol mesin ATM itu, mereka berhasil merusak bagian kunci mesin ATM. Bank Mandiri pun menanggung kerugian Rp 10 juta akibat kerusakan tersebut.
“Kita harus pesan lagi kunci ATM di Makassar,” kata salah seorang karyawan Bank Mandiri saat ditemui di Polsek Mandonga.
Namun penangkapan terhadap Tesa, diprotes oleh sang istri. Dia yakin suaminya tidak terlibat dalam kejahatan tersebut.
“Suami saya memang bekerja sebagai pengamen dan penghasilannya tidak banyak. Tapi dia tidak mungkin mencuri kasian. Saya tahu semua teman-teman mengamennya. Saya tidak kenal sama dua orang itu,” ucapnya dengan nada sedih usai menjenguk suaminya di tahanan Polsek Mandonga.
Polsek Mandonga sendiri akan melimpahkan kasus tersebut ke Polsek Baruga, mengingat lokasi perkara berada di bawah wilayah Polsek Baruga. Kapolsek Baruga AKP I Ketut Arya Wijanarka melalui Kanit Reskrim Iptu Totok mengatakan, anggotanya akan menjemput ketiga tiga pelaku tersebut di Polsek Mandonga beserta barang bukti kejahatan.
“Kami sudah kumpulkan bukti berupa CCTV dan asesoris yang dipakai oleh ketiga pelaku tersebut. Kami juga masih memburu satu pelaku lainnya berinisial Ag, yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini,” ujarnya.
Polisi menyiapkan pasal 363 junto pasal 53 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (p4/aha)

kayseri escort eskişehir escort porn
To Top