Kasuistika

Ditreskrimum Sudah Temukan 25 Motor Curian

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI HASIL KERJA KOMPLOTAN Z. Berbagai jenis barang elektronik serta motor (nampak lewat refleksi televisi layar datar) hasil curian Komplotan Z selama beraksi di Kota Kendari, diperlihatkan Ditreskrimum Polda Sultra, Rabu (21/9). Pada foto lain, polisi juga memamerkan sembilan anggota komplotan ini.

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
HASIL KERJA KOMPLOTAN Z. Berbagai jenis barang elektronik serta motor (nampak lewat refleksi televisi layar datar) hasil curian Komplotan Z selama beraksi di Kota Kendari, diperlihatkan Ditreskrimum Polda Sultra, Rabu (21/9). Pada foto lain, polisi juga memamerkan sembilan anggota komplotan ini.

KENDARI, BKK – Perburuan terhadap komplotan pencuri motor dan barang elektronik pimpinan ‘Z’ terus menuai hasil. Sampai saat ini, Polda Sultra sudah berhasil menemukan sedikitnya 25 motor curian dan belasan barang elektronik.

Selain itu, polisi juga sudah menangkap Z berserta delapan komplotannya. Polda pun masih memburu sisa anggota komplotan Z yang biasa beroperasi di Kendari dan Konawe ini.
Rabu (21/9), Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah  Sulawesi Tenggara, memperlihatkan sembilan orang komplotan Z berikut barang-barang hasil curiannya. Direktur Direksrimum Polda Sultra, Komisaris Besar Polisi Chusaini Patoppoi menyebut sembilan tersangka tersebut berinisial ZM (pimpinan komplotan), SL, RS, SR,IM dan AJ. Untuk diketahui, ZM merupakan residivis untuk kasus yang sama alias penjahat kambuhan.
Tersangka lainnya adalah ML, LS, RA. Mereka merupakan penadah barang curian sehingga dikelompokkan dalam komplotan Z.
Adapun barang bukti yang ditunjukkan ke awak media masing-masing 25 unit motor, delapan unit Laptop, tiga unit TV Plasma, satu unit keyboard elekton, satu unit sound system, satu unit printer serta dua unit ponsel.
Chusaini menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, komplotan ini berbagi tugas dan pekerjaan. Ada yang memantau calon korban, ada yang memantau keadaan dan yang mengeksekusi barang incaran.
“Mereka ini begitu merasa sudah aman situasi, langsung masuk ke rumah korban. Baik dengan cara mencungkil atau merusak pintu dan jendela. Mereka bergerak cepat mengambil barang apa saja yang punya nilai jual,” katanya.
Komplotan ini juga memiliki anggota yang sudah berpengalaman mencuri sepeda motor. Dalam proses penyelidikan, polisi meminta mereka mempraktekkan bagaimana mencuri motor. Hasilnya pun cukup mengejutkan.
“Mereka bisa menguasai motor dalam waktu yang sangat cepat. Bahkan tanpa perlu merusak lobang kuncinya,” kata Kombes Pol Chusaini yang dalam keterangannya didampingi Kabid Humas AKBP Sunarto, Wakil Direktur Diskrimum AKBP Ilham Saparona serta Kasubdit III Jatanras AKBP Dodi Ruyatman.
Karena itu, Kombes Pol Chusaini mengingatkan masyarakat pemilik motor agar memasang pengaman ganda di motornya. Jangan memarkir motor hanya dengan mengandalkan pengaman kunci keluaran pabrik motornya.
“Pasang lagi pengaman tambahan. Karena dengan begitu, mereka sulit untuk mencurinya. Kalau pakai pengaman standar saja, mudah sekali bagi mereka,” ingatnya.
Dia melanjutkan, barang-barang hasil curian itu selanjutnya dijual kepada penadah. Untuk motor, dijual dengan harga yang sangat murah, antara Rp 2 Juta sampai Rp 3 juta. Penadah nantinya bisa menjual kembali dengan harga tinggi. Terlebih, kondisi kunci motor curian itu dalam keadaan normal sehingga tak tampak sebagai motor curian.
Polisi sudah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat komplotan ini, yakni pasal 363, pasal 362, dan pasal 480 junto pasal 55 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Tuntutan hukumannya maksimal sembilan tahun penjara.
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Chusaini juga mengimbau masyarakat yang merasa pernah kehilangan motor maupun barang elektronik agar datang ke Mapolda Sultra untuk mencocokkan dengan motor-motor curian yang disita dari komplotan Z. “Silahkan melihat barang bukti di Ditreskrimum Polda Sultra, dengan menunjukan bukti-bukti kepemilikan yang sah. Kami akan berikan fasilitas kemudahan pinjam pakai karena ini masih berstatus sebagai barang bukti,” tutupnya. (p4/aha)

To Top