Suksesi

Mandat Pusat di Detik Terakhir

NIRWAN/BERITA KOTA KENDARI ARRAHMAN. Bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Kendari, Abdul Rasak - Haris Andi Surahman beserta pengurus DPD Partai Golkar Sultra dan Kendari berpegangan tangan usai penyerahan SK DPP Partai Golkar, di Kantor DPD Partai Golkar Sultra, Selasa (20/9).

NIRWAN/BERITA KOTA KENDARI
ARRAHMAN. Bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Kendari, Abdul Rasak – Haris Andi Surahman beserta pengurus DPD Partai Golkar Sultra dan Kendari berpegangan tangan usai penyerahan SK DPP Partai Golkar, di Kantor DPD Partai Golkar Sultra, Selasa (20/9).

KENDARI, BKK– Selesai sudah penantian masyarakat Kendari. Akhirnya, partai-partai politik pemilik kursi di DPRD Kendari, secara resmi telah memberikan dukungannya kepada masing-masing jagoannya.
Dalam hal ini, Partai Golkar dan PDIP menjadi juru kunci dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah Kota Kendari. Dua partai senior ini memberikan mandatnya kepada pasangan yang didukungnya, di detik-detik terakhir sebelum pendaftaran dibuka oleh KPU Kendari.

Partai Golkar sudah dipastikan mendukung Abdul Rasak – Haris Andi Surahman sebagai bakal pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari. Keputusan partai berlambang pohon beringin ini sekaligus menepis wacana bahwa Golkar akan mengganti posisi wakil dari Haris kepada Andi Musakkir. Dengan demikian, Rasak sudah memenuhi syarat untuk maju dengan koalisi Partai NasDem, PBB dan Golkar.
Keputusan resmi dari DPP Partai Golkar diserahkan di Kantor DPD Partai Golkar Sultra, Selasa (20/9) kemarin. Ketua DPD Partai Golkar Kendari, Hikman Balagi mengatakan, dengan turunnya mandat dari pusat itu, Golkar Kendari beserta jajarannya akan berjuang memenangkan Rasak – Haris yang mengambil tagline ArRahman itu.
“Sebanyak 2.000 pengurus utuh akan bergerak secara militan di seluruh penjuru Kota Kendari agar Rasak dan Haris Surahman bisa menang. Dan kita sangat yakin akan menang,” kata Hikman Balagi.
Keyakinan Golkar bahwa pasangannya akan memenangkan pertarungan kursi nomor 1 Kendari ini tidak lepas dari tren survei yang tetap mengunggulkan Rasak di posisi teratas. Itu berarti, sebagian besar pemilih di kota ini menginginkan adanya perubahan.
Lebih jauh lagi, Golkar sudah menyediakan tempat tersendiri bagi Rasak yang kemungkinan akan dikeluarkan dari partainya, PAN. Hikman pun optimistis Rasak akan ikut bergabung dengan Golkar.
“Rasak akan bergabung dengan Partai Golkar. Semua pengurus sudah mendukung,” tambahnya.
Hikman juga menegaskan, seluruh pengurus partai sudah diingatkan agar tidak menyimpang dari misi memenangkan pasangan ArRahman. Jika ada kader yang ketahuan mengusung pasangan lain, maka harus siap menerima sanksi tegas.
Abdul Rasak yang dimintai tanggapannya merasa sangat bersyukur telah mendapatkan SK dari DPP Partai Golkar. Dia pun mengungkapkan amanat tersebut akan dijalankannya dengan penuh kesungguhan.
Selain Partai Golkar, DPP PDIP juga resmi menurunkan mandatnya sehari menjelang dibukanya pendaftaran bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Kendari di KPU Kendari. Melalui konferensi pers di Hotel Grand Clarion Kendari tadi malam, DPW PDIP Sultra menyebut partainya memilih Zayat Kaemoedin. PDIP juga mendukung Suri Syahria sebagai wakil Derik.
Ketua DPW PDIP Sultra, Hugua mengatakan, dari tujuh kabupaten/kota di Sultra yang akan menggelar Pilkada, mandat untuk Kota Kendari dan Kolaka Utara memang yang mengalami dinamika. Itulah mengapa, DPP PDIP baru mengeluarkan keputusannya
pada hari ini.
“Dukungan PDIP untuk Pilkada Kendari baru bisa kita sampaikan malam ini. Sama dengan (Pilkada) DKI Jakarta,” kata Hugua.
Hugua pun merinci dukungan PDIP pada tujuh kabupaten kota tersebut. Selain Kendari, PDIP juga sudah merestui pasangan Bobby Alimudin dan Maksum Ramli di Pilkada Kolaka Utara. Kemudian Kasra J Munara (Bombana), Samahuddin dan La Ntao (Buton Tengah), LM Rajiun Tumada – Ahmad La Mani (Muna Barat), serta Agus Faisal Hidayat (Buton Selatan).
Adapun Pilkada Buton, PDIP belum menentukan pilihannya. Nama H Hamin yang sempat muncul, belum bisa dipastikan karena yang bersangkutan sampai saat ini belum mampu membangun koalisi yang dipersyaratkan oleh PDIP.
Kembali ke Pilkada Kendari. Derik dipilih karena mampu membuktikan dukungan dari partai-partai lainnya. Sementara Ishak Ismail yang sebelumnya diberikan kesempatan, tidak mampu membuktikan dukungan partai hingga batas waktu yang ditentukan.
“Kita sudah beri kesempatan kepada beliau-beliau (Ishak Ismail – Alwi Genda) agar mendapatkan koalisi. Tapi sampai 24 Agustus lalu, itu tidak bisa ditunjukkan. Dari empat nama yang mendaftar, hanya Derik yang memiliki partai koalisi sehingga PDIP menunjuknya. Derik juga sudah menjadi kader dan memiliki KTA PDIP,” tekan Hugua.
Mengenai isu persoalan hukum yang mendera Derik, Hugua menegaskan PDIP tidak terlalu mempermasalahkannya. PDIP tetap yakin isu itu tidak akan menjatuhkan Derik pada Pilkada Kendari ini.
Konferensi pers ini turut dihadiri oleh Derik dan Bobby. Sementara lima bakal calon bupati lainnya tidak hadir karena semua berada di luar daerah.
Keluarnya SK DPP PDIP ini pun mengakhiri peluang Ishak Ismail untuk maju di Pilkada Kendari. Sayangnya, hingga saat ini, pria yang populer dengan tagline Anak Lorongnya Kendari itu belum bisa dihubungi. (m3-p7/b/aha)

To Top