Aktualita

Kejiwaan Pelaku Stabil namun Kurang Perhatian

RUMBIA, BKK- Polres Bombana menyatakan kondisi kejiwaan Ahmad Jumadil, pelaku percobaan pembakaran Gereja Maranata Bombana, Minggu (18/9) malam lalu, dalam kondisi stabil. Itu berarti, pelaku sadar dengan perbuatannya.

Hal tersebut disimpulkan dari hasil pemeriksaan tim psikiater yang didatangkan dari Polda Sultra. Sebelumnya, polisi menyangka Ahmad mengidap kelainan jiwa lantaran saat diinterogasi oleh penyidik, gelagatnya aneh dan bicaranya sembarangan.

“Sudah diperiksa sama psikiater. Dia sehat kejiwaannya. Hanya kurang perhatian dari keluarganya atau lingkungannya. Istilahnya dia kurang kasih sayang dan kurang bergaul,” kata Kasubag Humas Polres Bombana, AKP Sahar.

Karena tersangka melakukan perbuatannya dalam kondisi sadar, Polres Bombana pun memastikan proses hukumnya akan berlanjut. Hanya saja, Sahar belum memastikan pasal apa yang akan dijeratkan kepada pemuda berusia 19 tahun itu.

“Nanti kita lihat penyidiknya akan pakai pasal apa,” kata dia.
Mengenai motif yang mendorong Ahmad membakar gereja, Sahar juga belum bisa memastikannya.

Menurutnya, bagi orang yang kurang bergaul dan tidak mendapatkan kasih sayang yang sepadan, apa saja bisa dilakukan untuk mencari perhatian.

“Kalau motifnya masih di dalami ya,” ujarnya singkat.

Namun sumber Berita Kota Kendari di Polres Bombana menyebutkan bahwa pelaku sempat mengaku membaca banyak buku-buku agama. Dari hasil analisanya sendiri, tersangka terdorong untuk melakukan tindakan intoleran tersebut.

“Mungkin karena pengetahuannya tentang ajaran Islam masih minim, ditambah dia hanya belajar sendiri, tidak ada guru untuk bertanya, sampai dia menyimpulkan sendiri bahwa apa yang diyakininya paling benar dan yang lainnya salah, lalu mengambil tindakan sendiri,” kata sumber tersebut.

Meski demikian, Ahmad dipastikan bekerja sendiri. Dia diketahui tidak pernah ikut kajian Islam garis keras. Karena itu, Polres Bombana belum menyimpulkan Ahmad terkait jaringan teroris.

Pihak gereja sendiri menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian. Sebelumnya, Ketua Gereja Maranata Lameroro Klasis Bombana, Pendeta Martinus mengatakan, pihaknya menginginkan agar kerukunan antarumat beragama di Bombana tetap berjalan dengan harmonis seperti hari-hari sebelumnya.

“Sepenuhnya kami serahkan kepada aparat keamanan untuk mengusut masalah ini. Kami percaya pihak kepolisian akan profesional menyelesaikan masalah ini,” ungkap, Martinus.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Umat Kristen (FKUK) Bombana ini juga mengaku kaget dengan kejadian ini. Sebab ini yang pertama kali terjadi di Bombana. (cr2/aha)

To Top