Lingkar Sultra

Jalan di Wolasi Rusak Parah, Pemerintah Disoroti

(MARWAN/BKK) Beginilah kondisi jalan poros di Wolasi yang rusak parah.

(MARWAN/BKK)
Beginilah kondisi jalan poros di Wolasi yang rusak parah.

Andoolo, BKK – Jalan poros yang menghubungkan Kendari-Andoolo tepatnya di depan SDN 1 Wolasi Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konsel terlihat sangat memprihatinkan. Pasalnya, kondisi jalan tersebut susah untuk dilalui bagi pengguna jalan sebab jalannya berlubang cukup dalam dan bergelombang.

Jalan rusak yang tidak jauh dari kantor camat itu sering menyebabkan kemacetan yang berkepanjangan sehingga membuat warga dan pengguna jalan kesal. Tidak sedikit warga sekitar dan pengguna jalan menyoroti kinerja pemerintah yang seakan akan tidak ambil pusing atas persoalan itu.

“Jalan rusak sepanjang 50 meter ini sudah sering menyebabkan kemacetan. Sering juga tersangkut mobil kalau lewat, bahkan sempat ada yang tertanam, di mana peran pemerintah di sini?” ungkapnya Asrin, warga Wolasi.

Hal serupa juga dikeluhkan pengguna jalan Adrian yang juga sopir angkutan Mini Bus Andoolo-Kendari. Ia menyayangkan dengan kondisi jalan rusak parah. Sebab, kata dia, kendaraan yang digunakannya sering mengalami kerusakan saat melintasi jalan tersebut.

“Mobil saya berulang kali tersangkut kalau lewat pak, belum lagi macet. Jadi harusnya pemerintah setempat jeli melihat atas persoalan yang dialami masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Kita mau tidak lewat disini tidak ada jalan selain di sini,” kesalnya.

Berdasarkan pantauan wartawan koran ini, kondisi jalan tersebut memang sangat memprihatinkan. Di samping itu  sering terjadi kemacetan. Banyak korban pengendara yang harus lari ke bengkel setelah lolos dari jalan tersebut. Untuk sementara, jalan hanya mendapat perhatian dari masyarakat setempat dengan cara menimbun secara manual. Namun itu tidak bertahan lama. Karena jalan itu satu-satunya rute yang harus ditempuh manakala menuju Konsel dan Bombana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Konsel, Saala, ST MSi mengungkapkan, mengenai jalan tersebut memang harus diseriusi. Namun, kata dia, sementara ini tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan tersebut.

“Sebenarnya, jalan rusak itu tanggung jawab PU Provinsi. Kita juga mau tanggulangi tidak ada anggaran. Jadi kita hanya mengusulkan di PU. Semoga ke depan bisa diseriusi jalan rusak tersebut,” harapnya. (k8)

To Top