43 Hari Jadi Kapolsek, 39 Pencopet Ditangkap – Berita Kota Kendari
Kasuistika

43 Hari Jadi Kapolsek, 39 Pencopet Ditangkap

ADNAN/BERITA KOTA KENDARI PRESTASI. Kapolsek KP3 Baubau, Iptu Pradifta Dhanan Jaya Pangihutan Simanjuntak SIK memperlihatkan foto para pencopet yang berhasil ia tangkap.

ADNAN/BERITA KOTA KENDARI
PRESTASI. Kapolsek KP3 Baubau, Iptu Pradifta Dhanan Jaya Pangihutan Simanjuntak SIK memperlihatkan foto para pencopet yang berhasil ia tangkap.

BAUBAU, BKK – Pencopetan memang menjadi kejahatan paling umum di pelabuhan. Karena itu, sejak diamanahkan sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Baubau, Iptu Pradifta Dhanan Jaya Pangihutan Simanjuntak SIK memfokuskan kinerjanya untuk memberantas pencopetan di Pelabuhan Murhum Baubau.
Sejak dilantik, Jumat 8 Agustus 2016 atau 43 hari lalu, jajarannya telah menangkap sebanyak 39 orang pencopet yang biasa beraksi di pelabuhan terbesar di Pulau Buton itu. Namun itu belum semuanya. Pradipta menyebut masih banyak lagi yang berkeliaran di areal pelabuhan.
“Semuanya orang sini, mereka ini sindikat, tidak sendirian,” kata pengganti AKP Suriadi itu.
Rata-rata para pencopet memang biasa beraktivitas di pelabuhan dengan menyamar menjadi pedagang asongan, menjadi buruh, ataupun berpura-pura menjadi penumpang. Kebanyakan mereka beraksi pada saat kapal PT Pelni sandar, dengan alasan lebih banyak penumpang yang diincar sebagai korban.
Dari keterangan para pencopet yang sempat ditangkap, mereka mengaku bekerja dengan tim dan sangat lihai memanfaatkan situasi maupun saat beraksi. Misalnya, kata Pradifta, ada yang bertugas menginformasikan calon korban, ada yang bertugas mengalihkan perhatian, kemudian ada yang bertugas sebagai eksekutor hingga penerima.
“Di orang terakhir ini, dia ke kamar mandi dibongkar tasnya korban, ditinggal di situ. Mereka kerja rapi,” paparnya.
Pradifta juga menyebut ada dua kubu pencopet di areal Pelabuhan Murhum Baubau, kubu kapal dan kubu darat. Kubu kapal hanya biasa beraksi di dalam kapal, sedangkan kubu darat beraksi di luar kapal, misal di tempat parkir, ruang tunggu, hingga memanfaatkan kepadatan di dermaga.
Dari kasus-kasus tersebut sudah ada yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau untuk diproses selanjutnya. Hingga kini Pradifta juga telah menurunkan 20 personilnya dan bekerjasama dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Murhum Baubau, untuk mempersempit ruang gerak para pencopet, yang ditempatkan di seluruh areal pelabuhan, hingga di dalam kapal pada saat sandar.
“Saya hanya minta masyarakat dan para pengguna pelayanan pelabuhan untuk tetap mawas diri, tingkatkan kewaspadaan, jangan membawa barang berharga di dalam saku celana. Kami hanya bisa mengawasi, tidak bisa menjaga semua orang di pelabuhan selama 24 jam,” katanya mengimbau. (k2)

To Top