Bicara Tak Jelas, Polisi Tes Kejiwaan Pelaku – Berita Kota Kendari
Headline

Bicara Tak Jelas, Polisi Tes Kejiwaan Pelaku

AHMAD RIDHA/BERITA KOTA KENDARI KEMBALI NORMAL. Aktivitas di Gereja Maranata, Bombana, Senin (19/9), kembali normal setelah sebelumnya seorang pemuda mencoba membakarnya, namun gagal.

AHMAD RIDHA/BERITA KOTA KENDARI
KEMBALI NORMAL. Aktivitas di Gereja Maranata, Bombana, Senin (19/9), kembali normal setelah sebelumnya seorang pemuda mencoba membakarnya, namun gagal.

RUMBIA, BKK – Sampai Senin (19/9) kemarin, penyidik Polres Bombana belum bisa mengungkap motif yang mendorong Ahmad Jumadil (20) membakar Gereja Maranata Lamororo, Bombana.

Ahmad Jumadil (AJ) masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang unit Tindak Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Bombana. Keterangan yang diperoleh dari kepolisian, polisi kesulitan mengorek keterangan Ahmad lantaran bicaranya sering tidak jelas.
Selain itu, gelagatnya pun cenderung aneh. Karena itu, polisi mengira pria yang biasa disapa Mamat ini mengalami gangguan jiwa.
Sumber di Polres Bombana menceritakan, saat menjalani pemeriksaan, Ahmad tampak sangat rileks. Tidak tampak sama sekali rasa canggung meski yang dia hadapi adalah polisi. Dia bahkan seolah-olah tidak merasa bersalah atas perbuatannya itu.
Terkadang, pemuda tersebut murung. Lalu di lain waktu senyum dan kadang pula tertawa saat menjawab pertanyaan penyidik. Kondisi inilah yang menyebabkan sehingga banyak yang menilai jika dia mengalami gangguan kejiwaan.
Kasatreskrim Polres Bombana, AKP Basri membenarkan, pihak kepolisian menduga pelaku mengalami gangguan jiwa. Menurutnya, gelagat pelaku terkadang kelihatan aneh.
“Besar kemungkinan dia (AJ, red) mengidap kelainan jiwa. Dari tadi malam hingga saat ini tingkah lakunya aneh,” ujar Basri yang dikonfirmasi di Mapolres.
Namun untuk memastikan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak, pihaknya akan segera membawa Ahmad ke Rumah Sakit (RS) Jiwa di Kota Kendari. “Dalam waktu dekat, kita akan lakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku. Kalau kemudian dia terbukti mengalami gangguan jiwa, maka dia bisa saja bebas dari proses hukum,” katanya.
Tetapi apabila dalam hasil pemeriksaan ternyata yang bersangkutan dinyatakan sehat, maka proses hukum dalam kasus ini akan terus berjalan.     “Jadi kalau kita sudah periksa kejiwaannya, kita akan tahu apakah dia benar-benar gila atau hanya pura-pura saja. Kita akan lihat hasilnya nanti,” jelasnya.
Dari pantauan koran ini di sekitar Gereja Maranata Lameroro, aktivitas para jemaat tampak kembali normal. Garis polisi yang sebelumnya dipasang mengelilingi gedung rumah ibadah tersebut, sudah dibuka kembali oleh pihak kepolisian.
Ahmad yang tinggal tak jauh dari gereja tersebut, mencoba melakukan membakar Gereja Maranata pada Minggu (18/9) malam, sekitar pukul 20.00 Wita. Aksi itu sempat menggegerkan warga dan jemaat yang ada di sekitar gereja.
Bermodalkan bahan bakar jenis minyak tanah yang disimpan dalam sebuah jeriken berukuran lima liter, Ahmad kemudian menyiram hampir seluruh bagian lantai gereja. Selanjutnya, dia menyulut bagian yang sudah disiram minyak tanah dengan korek api hingga api membakar bagian dalam rumah ibadah itu.
Beruntung, kobaran api cepat ketahuan oleh jemaat maupun warga yang tinggal di sekitar gereja. Mereka kemudian bahu-membahu memadamkan api, yang sudah sempat menghanguskan sejumlah barang di dalam gereja, seperti meja dan kardus berisi dokumen.
Malam itu juga, warga berhasil menangkap pria yang diinisialkan AJ tersebut. (cr2)

To Top