Kasuistika

Berkas Istri Mantan Kepala BKD Segera Dilimpahkan ke Kejati

KENDARI, BKK- Di tengah sorotan lambannya kinerja Polda Sultra dalam menyelesaikan kasus gratifikasi pengangkatan CPNS dari honorer kategori satu dan kategori dua Pemkab Bombana, penyidik Tindak Pidana Korupsi Polda Sultra memastikan kasus ini masih terus berjalan.

Dalam waktu dekat ini, Polda menjamin berkas tersangka Samsuriati sudah rampung dan siap dilimpahkan kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Kasubdit PPID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan, proses pemberkasan terhadap Samsuriati memang memakan waktu yang panjang karena penyidik harus melengkapi berkas itu, atas petunjuk dari Kejati Sultra. “Kita juga tidak tahan Samsuriati atas petunjuk kejaksaan,” kata Dolfi.

Saat ini, Polda tengah mengerjakan dua berkas untuk kasus tersebut. Selain Samsuriati, Polda juga masih mempelajari berkas Dr Arman Zainuddin, salah seorang pejabat BKD Bombana yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja, untuk berkas Arman Zainuddin, berkas perkaranya masih tahap satu. Berbeda dengan berkas Samsuriati yang sudah tahap dua.

Sejak bergulirnya kasus dengan nilai gratifikasi hingga belasan miliar rupiah itu, Polda Sultra telah memeriksa sebanyak 165 orang saksi.

Beberapa orang telah dijadikan tersangka, termasuk mantan Kepala BKD Bombana, H Ridwan yang tak lain merupakan suami dari Samsuriati.

Dolfi Kumaseh melanjutkan, polisi juga belum menahan Arman karena kasusnya masih dipelajari. “Itu juga atas petunjuk kejaksaan sehingga yang bersangkutan belum ditahan,” katanya. (p4/aha)

To Top