Masyarakat Agar Paham Perkembangan Perhubungan Laut – Berita Kota Kendari
Headline

Masyarakat Agar Paham Perkembangan Perhubungan Laut

Hado Hasina (RAHMAT R. BKK)

Hado Hasina (RAHMAT R. BKK)

KENDARI, BKK– Hari Perhubungan Nasional diperingati secara serentak di Indonesia, Senin (19/9) hari ini. Melalui momen ini, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ingin agar masyarakat lebih memahami bagaimana perhubungan laut di Sultra yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini.

Kepala Dishubkominfo Sultra, Hado Hasina mengatakan, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu hub strategis dalam pengembangan tol laut yang digagas oleh Presiden RI, Joko Widodo. Untuk itu, pihaknya pun mendukung kebijakan itu dengan mengerjakan sejumlah program dan kegiatan.
Perlu diketahui, garis besar pembangunan transportasi kelautan di Sultra ada tiga. Pertama, pembangunan prasarana transportasi laut yang meliputi pembangunan dermaga pelabuhan laut, pembangunan pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Bungkutoko,
pelayanan pelayaran perintis serta
pengembangan kawasan pelabuhan umum, khusus untuk komoditi pertambangan dan perkebunan.
Kedua, program rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana transportasi laut, terdiri dari
rehabilitasi dermaga pelabuhan laut di Sultra serta
rehabilitas sarana bantu navigasi. Ketiga, program pembangunan dan rehabilitasi prasarana keselamatan pelayaran.
Mencakup pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) dan Sarana Telekomunikasi Pelayaran (STP).

Di Sulawesi Tenggara kini terdapat satu KSOP dan lima UPP, yaitu
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari serta
Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Baubau, UPP Raha, UPP Kolaka, UPP Pomalaa, dan UPP Langara.

UPP Baubau membawahi 15 pelabuhan kecil, yakni Pelabuhan Baubau (PP),
Pelabuhan Banabungi (PR),
Pelabuhan Talaga,
Pelabuhan Binongko,
Pelabuhan Sikeli,
Pelabuhan Tomia,
Pelabuhan Wanci (PP),
Pelabuhan Lasalimu,
Pelabuhan Kaledupa (PR),
Pelabuhan Batu Atas,
Pelabuhan Liana Banggai,
Pelabuhan Lawele,
Pelabuhan Kadatua,
Pelabuhan Siompu dan
Pelabuhan Wamengkoli.

Selanjutnya UPP Raha membawahi tujuh pelabuhan, yakni Pelabuhan Raha (PP),
Pelabuhan Ereke (PR),
Pelabuhan Labuhan Belanda,
Pelabuhan Maligano,
Pelabuhan Tampo,
Pelabuhan Buranga,
Pelabuhan Lelamo, dan
Pelabuhan Tondasi. Kemudian UPP Pomala membawahi enam pelabuhan, yakni Pelabuhan Pomalaa (PR),
Pelabuhan Dawidawi,
Pelabuhan Tangketada,
Pelabuhan Toari,
Pelabuhan Kasipute dan
Pelabuhan Boepinang.
UPP Kolaka membawahi tujuh pelabuhan, yakni Pelabuhan Kolaka (PP),
Pelabuhan Lasusua,
Pelabuhan Malombo,
Pelabuhan Olo-oloho (PR),
Pelabuhan Rante Angin (PR),
Pelabuhan Watunohu (PP) dan
Pelabuhan Wolo. Terakhir UPP Langara meliputi tujuh pelabuhan, yakni Pelabuhan Langara  (PP)
, Pelabuhan Molawe,
Pelabuhan Munse,
Pelabuhan Lapuko (PR),
Pelabuhan Torobulu,
Pelabuhan Lameruru dan
Pelabuhan Matarape.

Pelabuhan Induk

Ada tiga macam pelabuhan jika dibagi berdasarkan fungsinya, yakni Pelabuhan Utama, Pelabuhan Pengumpul serta Pelabuhan Pengumpan. Pelabuhan utama merupakan pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dan internasional, alih muat angkutan laut dalam  negeri dan internasional dalam jumlah besar, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi.
Pelabuhan Pengumpul adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan  antarprovinsi.
Sementara Pelabuhan Pengumpan merupakan pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani  kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas, merupakan pengumpan bagi pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan  dengan jangkauan pelayanan dalam provinsi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KP. 414 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) di Sulawesi Tenggara, terdapat tujuh Pelabuhan Pengumpul yaitu :Pelabuhan Kendari,
Pelabuhan Bungkutoko,
Pelabuhan Baubau,
Pelabuhan Raha,
Pelabuhan Kolaka,
Pelabuhan Wanci dan
Pelabuhan Watunohu. Dua dari Tujuh Pelabuhan Pengumpul di atas adalah pintu gerbang dari dan ke Sulawesi Tenggara yaitu : Pelabuhan Kendari dan Pelabuhan Baubau.
Di Sulawesi Tenggara juga terdapat tujuh Pelabuhan Pengumpan Regional, yakni
Pelabuhan Banabungi,
Pelabuhan Ereke,
Pelabuhan Pomalaa,
Pelabuhan Rante Angin,
Pelabuhan Olo-oloho,
Pelabuhan Lapuko serta
Pelabuhan Kaledupa.

Hado Hasina melanjutkan, mengingat jumlah penduduk yang terus bertumbuh dan aktivitas perekonomian yang kian menggeliat, maka dalam hal ini dinas perhubungan mengusulkan pembentukan sedikitnya 29 pelabuhan baru.
Lokasi pelabuhan baru yang diusulkan antara lain ;

Kabupaten Buton (Dongkala dan Pasar Wajo), Buton Selatan (Sampolawa, Batauga, Batu Atas, Kadatua
Timur, Kadatua Barat, Siompu Barat)
, Buton Utara     (Waodeburi/Lelamo),
Buton Tengah (Liana Banggai, Lombe, Wongko Lakudo,
Talaga Besar, Mawasangka Induk), Kota Baubau (Lakologou, Jembatan Batu), Konawe Selatan (Lakara, Lainea)
, Konawe Utara (Mandiodo)
, Muna (Oempu/Walengkabola)
, Muna Barat (Pajala, Tanjung Batu), Bombana      (Paria, Malandahi, Pulau Sagori, Larete,
Batuawu) dan Wakatobi (Pulau Kapota, Pulau Runduma)
Hari Perhubungan Nasional di Sulawesi Tenggara akan dipusatkan di Pelabuhan Bungkutoko.
Jika tidak ada masalah, peringatan ini akan dipimpin langsung Gubernur Sultra, Dr Nur Alam dan seluruh mitra kerja Dishubkomnfo.
“Insya Allah, Gubernur Sultra hadir dalam acara Harhubnas. Beliau yang akan membacakan sambutan Menteri Perhubungan,” katanya.
Dia juga memastikan akan mengundang seluruh stakeholder yang berkepentingan dengan dunia perhubungan, baik perhubungan laut maupun perhubungan darat. Hado menjelaskan, Harhubnas merupakan agenda tahunan yang tahun ini dikemas dengan cara lebih spesial dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Acara tahun agak berbeda, jika tahun-tahun sebelumnya kami selalu laksanakan di Kantor Gubernur Sultra, tahun kami gelar di Pelabuhan Bungkutoko. Sebelumnya kita sudah gelar beberapa perlombaan, seperti futsal, catur dan jalan santai,” tegasnya. (p7/aha)

To Top