Kasek di Kendari Sambut Baik Rencana Perombakan Kurikulum SMK – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Kasek di Kendari Sambut Baik Rencana Perombakan Kurikulum SMK

La Resi. Foto (RAJAP/BKK).

La Resi. Foto (RAJAP/BKK).

KENDARI, BKK– Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kendari menyambut baik kebijakan yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, yang akan merombak kurikulum pendidikan khusus SMK, dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), menjadi 70 persen praktek dan 30 persen teori.

Kepala sekolah (Kasek) SMKN 2 Kendari melalui wakil kepala sekolah bidang kurikulum Alwi mengatakan, mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh Mendikbud agar menghasilkan siswa yang terampil dan profesional.

“Saya rasa kebijakan 70 persen praktek dan 30 persen teori ini akan berdampak positif bagi anak-anak kami karena selama ini di SMKN 2 Kendari ini lebih banyak teori dari pada prakteknya,” ujar Alwi saat ditemui di SMKN 2 Kendari, Sabtu (17/9).

Alwi merincikan, proses belajar mengajar di SMKN 2 Kendari dalam seminggu berjumlah 46 jam. Namun, selama ini teori lebih mendominasi yaitu 27 jam sedangkan praktek hanya berjumlah 19 jam dan jika dikalkulasikan, teori 59 persen sedangkan praktek hanya 41 persen.

“Anak SMK dituntut untuk siap kerja dan untuk itu, memang harus lebih banyak praktek di lapangan jadi begitu lulus dan bekerja, sudah tau kebutuhan pasar dan apa yang akan dia kerjakan,” tambah Alwi.

SMKN 2 Kendari, lanjutnya, memiliki 11 jurusan yaitu Gambar bangunan, Survey pemetaan, Elektronika/audivideo, Listrik, Teknik konstruksi batu beton,Teknik konstruksi kayu, Teknik kinstruksi baja, Teknik pemesinan, Teknik pengelasan, Teknik otomotif kendaraan ringan dan Teknik otomotif sepeda motor.

Ia berharap, dengan menambah jam praktek, nantinya siswa dapat memahami dan mengikuti perkembangan dunia industri sesuai dengan jurusannya.

Hal yang sama juga diungkapkan kepala sekolah SMKN 4 Kendari Suse Husen. Menurutnya, dengan memperbanyak praktek, akan menciptakan siswa SMK yang terampil.

“Siswa SMK memang harus lebih banyak praktek dibanding teori,” tandasnya.

Sementara kepala sekolah SMK Satria Kendari La Resi mengatakan, rencana Mendikbud tersebut telah lebih dulu diterapkannya.

“Sejak dulu kami terapkan kurikulum 70 persen praktek dan 30 persen teori di sekolah kami,” kata La Resi di ruang kerjanya.(p8/nur)

To Top