Headline

Angker dan Ada Pusaran Airnya

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI TENGGELAM DI KALI WANGGU. Petugas Basarnas Kendari berhasil menemukan jasad Rivaldi Alamsyah, di Kali Wanggu, Minggu pagi (18/9) kemarin. Rivaldi sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Jumat malam (16/9).

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
TENGGELAM DI KALI WANGGU. Petugas Basarnas Kendari berhasil menemukan jasad Rivaldi Alamsyah, di Kali Wanggu, Minggu pagi (18/9) kemarin. Rivaldi sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Jumat malam (16/9).

KENDARI, BKK – Kali Wanggu yang melintas di Kecamatan Baruga dan mengarah ke Teluk Kendari diyakini dilingkupi nuansa mistis sehingga dianggap angker. Selain itu, warga berkeyakinan ada satu titik di kali tersebut yang punya pusaran.
Keyakinan inilah yang membuat tak satu pun warga berani menceburkan diri ke dalam kali untuk menolong Rivaldi Alamsyah (20), yang saat itu masih sempat terlihat timbul tenggelam. Warga hanya bisa memberikan pertolongan seadanya, dengan melemparkan seutas tali, yang ternyata korban tak bisa menggapainya karena sudah megap-megap dan panik.
“Waktu itu kan malam. Ini kali juga angker dan ada pusaran air di situ. Tak ada warga yang berani mau langsung masuk kali karena jangan sampai ikut tenggelam,” kata salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Sebelum kejadian itu menggegerkan warga Lorong Al Ikhlas, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, Jumat malam (16/9), salah seorang warga bernama Sukadi (37), mendengar teriakan orang meminta tolong dari arah kali. Sukadi sempat melihat jam dindingnya menunjukkan pukul 21.45 Wita.
“Saat itu saya berada dalam rumah, sudah mau tidur. Saya dengar suara orang minta tolong, saya keluar rumah, ternyata sumber suara berasal dari kali itu. Kita kasih tahu mi warga setempat,” kata Sukadi yang ditemui usai penemuan jenazah korban, Minggu (18/9).
Warga yang berkumpul pun mencoba mencari cara menolong Rivaldi yang mulai terseret ke tengah kali dengan posisi megap-megap. Seorang warga bernama Udin kemudian melempar tali nilon ke arah korban. Sayangnya, tali itu tak bisa diraihnya.
“Saya leparkan tali nilon ke arahnya, tetapi dia tidak bisa menggapai tali itu, terakhir saya lihat itu badannya sebatas dada, berusaha naik. Sedangkan tangan semacam melambai-lambai meminta tolong, terkadang muncul dan kemudian hilang,” tuturnya.
Tak lama kemudian, korban tidak lagi muncul ke permukaan. Suasana di kali kembali hening. Giliran warga yang mulai panik. Dengan menggunakan pencayahaan lampu depan motor, warga berusaha mencari keberadaan Rivaldi, namun tak ada hasil.
Selang beberapa menit, petugas dari Polsek Baruga tiba di lokasi yang kemudian disusul oleh petugas Badan SAR Nasional Kendari sebanyak sembilan orang. Usai breafing singkat, mereka pun langsung melakukan pencarian. Sayangnya, sepanjang malam itu, pencarian tidak membuahkan hasil.
Pencarian kemudian dilanjutkan lagi keesokan harinya, Sabtu (17/9) mulai pukul 07.00. Sampai sore menyisir kali tersebut, Basarnas belum juga mendapatkan apa-apa.
Kemarin, petugas SAR akhirnya berhasil mendapatkan Rivaldi tersangkut di sela pepohonan yang baru tumbuh. Kepala Basarnas Kendari, Amirudin yang ikut memantau jalannya pencarian mengatakan, sekitar pukul 06.20, anggotanya melihat sebuah tangan dalam posisi terangkat di sela-sela pepohonan yang baru tumbuh di tepian kali. Setelah didatangi, ternyata itu Rivaldi. Tubuhnya tersangkut di pepohonan.
“Tim kemudian mengevakuasi korban dan memasukkan ke dalam kantong jenazah, lalu dibawa di Rumah Sakit Bhayangkara,” terangnya.
Rivaldi Alamsyah merupakan warga Lorong Firdaus, Jalan La Ode Hadi, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia. Hingga saat ini, belum diketahui mengapa Rivaldi bisa hanyut dan tenggelam di Kali Wanggu.
Kakak korban, Rika (22) mengakui Rivaldi meninggalkan rumah pada malam itu. “Dua malam mi kasian dia memang tinggalkan rumah. Kita tidak tahu dia pergi ke mana,” kata Rika yang ikut memantau pencarian terhadap adiknya.
Rika juga mengaku korban tidak memiliki masalah apapun di dalam keluarganya. (p4/aha)

To Top