Adian Natipulu Sayangkan Tambang di Sultra Dikuasai TKA – Berita Kota Kendari
Beranda

Adian Natipulu Sayangkan Tambang di Sultra Dikuasai TKA

Suasana seminar nasional yang dihelat Pospera Sultra di Same Hotel Kendari, sabtu (17/9). (Nirwan/BKK)

Suasana seminar nasional yang dihelat Pospera Sultra di Same Hotel Kendari, sabtu (17/9). (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Banyaknya potensi dan perusahaan pertambangan di Sulawesi Tenggara (Sultra), mestinnya menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat setempat.

Namun demikian, sejumlah perusahaan tambang di Sultra saat dikuasai tenaga kerja asing (TKA) yang kebayakan dari China. Hal ini pun disayangkan Pembina Nasional Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Adian Natipulu.

“Padahal tambang dan tanah adalah miliki kita, tapi masa pekerjanya kebanyakan dari China,” ujar Adian saat menghadiri seminar nasional Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sultra, Sabtu (17/9), di Kendari.

Anggota DPR RI Komisi VII ini juga memaparkan, lingkungan hidup, kemudian ekonomi dan industri saling berkepentingan. Tentu keberadaannya diharapkan dapat memberikan dampak signifikan untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

“Informasi yang saya dapatkan, tidak semua TKA yang dipekerjakan memiliki keterampilan khusus. Ini menjadi persoalan, ketika misalkan ada TKA hanya untuk mengangkat pipa yang sesungguhnya bisa dilakukan pekerja lokal,” ungkapnya.

Terkait persoalan tersebut, lanjutnya, pertambangan di Sultra masih banyak yang harus dibenahi. Ia berharap undang undang yang dirumuskan natinya mampu menyelesaikan persoalan itu.

Hal senada juga diungkapkan Zulkarnaian yang mewakili Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sultra. Ditegaskannya, munculnya tenaga kerja asing (TKA) akan memberikan dampak terhadap pekerja lokal atau pribumi.

“Dampak yang akan muncul adanya TKA yakni konflik sosial karena perbedaan budaya dan kecemburuan sosial antara pribumi terhadap TKA. Belum lagi penyebaran penyakit, peredaran narkoba dan spionase,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Pospera Sultra Wahidin Kusuma Putra menuturkan, seminar yang digelarnya mengangkat tema mengenai pertambangan karena terkait dengan persoalan yang terjadi di Sultra saat ini. Kehadiran tambang yang diharapkan dapat membawa dampak baik untuk masyarakat maupun daerah, namun fakta yang ada justru sebaliknya. (m3/nur)

To Top