Kasuistika

Punya 61 Karung Badan Peledak, Pengusaha Asal Boepinang Dibekuk

PUPUK AMONIUM NITRAT. Polisi bersenjata saat menggiring HA yang ditangkap karena menyimpan sebanyak 61 karung pupuk amonium nitrat, Kamis malam lalu.

PUPUK AMONIUM NITRAT. Polisi bersenjata saat menggiring HA yang ditangkap karena menyimpan sebanyak 61 karung pupuk amonium nitrat, Kamis malam lalu.

RUMBIA, BKK- Diduga memiliki, menyimpan dan menguasai puluhan sak pupuk amonium nitrat, seorang pengusaha sukses asal kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, berinisial, Ha (47) dibekuk polisi, Kamis (15/9) malam sekitar pukul 22.30 Wita.
Proses penangkapan Ha ini tergolong sejarah baru di wilayah hukum Polres Bombana. Pasalnya, ini merupakan pengungkapan kasus pertama yang berkaitan dengan bahan dasar pembuatan Bahan Peledak (Handak) dalam jumlah banyak.
Informasi yang dihimpun koran ini, Jum’at (16/9), sedikitnya 61 sak pupuk amonium nitrat disita petugas dari Direktorat Polisi Air (Dit Pol Air) Polda Sultra di Rumah Toko (Ruko) milik, HA yang juga terletak di Boepinang.
Diduga kuat, pupuk tersebut merupakan bahan dasar pembuatan bahan peledak seperti bom ikan. Usai dibekuk, HA bersama barang buktinya, langsung dibawah di Dit Pol Air Polda Sultra.
Penangkapan, HA itu pun menggegerkan warga setempat. “Betul pak, dia (Ha) ditangkap tadi malam. Katanya polisi dari Kendari yang tangkap. Informasi yang saya dengar, itu pak haji ditangkap setelah pulang dari Masjid melaksanakan shalat isya,” ujar salah seorang warga setempat namun enggan menyebut namanya.
Kapolsek Poleang, Inspektur Polisi Satu (IPTU) Sukoyo membenarkan penangkapan tersebut. “Proses penangkapan ini dipimpin langsung Direktur Polisi Air Polda Sultra, Kombes Andi Anugraha. Setelah dibekuk, Ha langsung dibawa ke Kendari malam itu juga,” ungkap Sukoyo yang dikonfirmasi melalui telfon selulernya kemarin.
Sukoyo juga membenarkan, polisi sudah menyita 61 karung pupuk amonium nitrat yang diduga kuat sebagai bahan dasar pembuatan bahan peledak seperti bom ikan. Namun saat ditanya apakah ada kemungkinan kasus ini berkaitan dengan terorisme, Sukoyo tak mau berandai-andai.
“Nanti dilihat hasil penyelidikan. Tapi dugaan sementara, bahan peledak itu untuk membuat bom ikan,” ujarnya. (cr2/aha)

To Top