Suksesi

Kader PDIP di Kolut Tolak Dukung Bobby

Suasana penyegelan Kantor DPD PDIP Sultra, Jumat (16/9). Foto : RAHMAT RULLAH/ BKK

Suasana penyegelan Kantor DPD PDIP Sultra, Jumat (16/9). Foto : RAHMAT RULLAH/ BKK

KENDARI, BKK – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah memutuskan untuk mendukung Bobby Alimuddin Page di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kolaka Utara (Kolut), namun keputusan itu ditolak kader dan pengurus PDIP setempat.

Penolakan itu disampaikan melalui aksi demo di Kantor Dewa Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari, Jumat (16/9). Keputusan partai banteng moncong putih tersebut dinilai tak adil karena memilih mendukung Bobby yang notebene adalah kader partai lain, sementara jelas-jelas salah satu kader PDIP yakni Ulfa Haeruddin, juga akan bertarung di Pilkada Kolut.

demo-kantor-pdip-1

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kolut Haeruddin mengukapkan, keputusan partai tersebut merupakan satu penghianatan terhadap kadernya sendiri. Seharusnya dalam mengusung bakal calon kepala daerah, partai memprirotaskan untuk mendukung kadernya yang juga akan ikut bertarung.

“Kami merasa dikebiri dan dkhinanti oleh partai, kami tidak merasakan keadilan dalam partai karena justeru mengutus orang di luar partai dari pada kader partai itu sendiri, ” ungkap Haeruddin.

Dia juga mengukapkan, mekanisme partai berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas), daerah dimana PDIP memiliki perolehan suara di atas 15 persen saat pemilihan legislatif (Pileg) lalu maka pengurus partai di daerah setempat berhak menenetukan calon kepala daerah yang akan diusungnya. Dalam hal ini, Kolut masuk dalam kategori tersebut, sehingga calon yang diusung PDIP mestinya sesuai keinginan pengurus partai di wilayah tersebut.

“Perolehan suara PDIP di Kolut saat Pileg 2014 lalu itu 27 persen dan berhasil merebut 6 kusri DPRD dan kami di Kolut menginginkan agar yang diusung adalah Ulfa bukan Bobby,” pungkasnya.

Massa aksi kemudian menuntut keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP untuk mengusung Bobby dibatalkan dan dialihkan ke Ulfa. Bila itu tidak dipenuhi, mereka mengancam untuk keluar dari kepengurusan partai.

“Saya akan keluar dari PDIP jika Bobby mendapatkan rekomendasi dan ini adalah bentuk kekecewaan saya sebagai kader yang telah membesarkn PDIP di Kolut, ” pungkasnya.

Sementara itu, pengurus DPD PDIP Sultra Simon Palloan yang menemui massa aksi menjelaskan, apa yang menjadi keputusan partai tersebut bukanlah domain DPD, namun itu adalah keputusan DPP PDIP

Penjelasan itu tidak diterima massa aksi hingga mereka menyegel kantor DPD PDIP Sultra, sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. (p7/nur)

To Top