Pilrek UHO Ditunda Karena Permintaan Ombudsman – Berita Kota Kendari
Headline

Pilrek UHO Ditunda Karena Permintaan Ombudsman

Prof Dr Hilaluddin Hanafi

Prof Dr Hilaluddin Hanafi

KENDARi, BKK – Pihak Panitia Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo akhirnya buka suara. Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof Dr Hilaluddin Hanafi mengakui Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi RI meminta Pilrek ditunda atas permintaan Ombudsman RI.

Hilaluddin menyatakan, sampai saat ini pihak panitia masih menunggu keputusan Kemenristekdikti
mengenai nasib Pilrek UHO. “Kami masih menunggu jadwal pastinya itu, karena sebelumnya dijadwalkan tanggal 9 September 2016 kemarin, tetapi harus ditunda karena adanya laporan masyarakat ke Ombudsman Pusat,” kata Hilaluddin, tadi malam.

Disinggung seputar kontroversi keabsahan suara 14 anggota senat pada Pilrek putaran pertama, Prof Hilaluddin enggan berkomentar banyak. Alasannya, para anggota senat tersebut sudah ada sebelum Pilrek digelar.
“Kami sebagai panitia hanya sebatas menjalankan tugas. Terkait 14 orang anggota senat itu sudah diklarifikasi ke Ombudsman Pusat dan itu semua sudah terjadi. Kalau persoalan itu saya tidak punya kewenangan untuk berkomentar. Silahkan tanya langsung saja sama Pak Rektor (Prof Dr Usman Rianse),” jelasnya.

Wakil Rektor II UHO itu juga mengungkapkan keherannya atas tudingan terjadinya pelanggaran dalam Pilrek UHO. Sebab dalam pandangannya, jika memang terjadi pelanggaran, seharusnya sudah ada laporan ke Kemenristekdikti sejak putaran pertama selesai dilakukan.

“Kalau memang ada pelanggaran seharusnya dari dulu itu dilaporkan dan ada Irjen (Kemenristekdikti) datang memeriksa. Tetapi sampai hari ini tidak ada juga yang diperiksa,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu Calon Rektor UHO, Prof La Rianda menyayangkan sikap pihak terkait yang tidak menjelaskan secara gamblang apa masalah sebenarnya yang terjadi sampai Pilrek itu harus ditunda. Selama ini kata La Rianda, dia hanya mendapatkan informasi adanya surat dari Kemenristekdikti yang meminta Pilrek ditunda. Tapi apa alasan penundaan tersebut, belum pernah diungkapkan.

Padahal sebagai salah seorang calon, dia harusnya mendapatkan pemberitahuan resmi mengenai alasan penundaan Pilrek UHO. “Surat itu sudah ada di tangan ketua panitia sejak awal bulan. Tetapi entah dengan alasan apa, pihak panitia sama sekali tidak menyerahkan surat tersebut kepada saya. Padahal dalam aturan, setiap calon tiga besar dalam Pilrek UHO tingkat pertama memiliki hak untuk melihat isi surat dari Kemenristekdikti tersebut. Saya juga sudah berusaha memintanya, tapi tidak diberikan,” pungkasnya. (p5/aha)

Click to comment
To Top