Bunga Mencekik, Nasabah Demo BRI – Berita Kota Kendari
Aktualita

Bunga Mencekik, Nasabah Demo BRI

WA ODE FITRI/BERITA KOTA KENDARI BERI PENJELASAN. Pimpinan BRI Raha, Rusdin (lima dari kanan) saat menemui pengunjuk rasa.

WA ODE FITRI/BERITA KOTA KENDARI
BERI PENJELASAN. Pimpinan BRI Raha, Rusdin (lima dari kanan) saat menemui pengunjuk rasa.

RAHA, BKK – Sekelompok nasabah Bank BRI Cabang Raha yang tergabung dalam Lembaga Sosial Rakyat Demokratik (LSRD) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bank  BRI Cabang Raha, Kamis (15/9). Dalam aksinya, massa menuding Bank BRI Cabang Raha telah melakukan penipuan dan pembodohan terhadap nasabah, khususnya PNS.

“Kami minta agar BRI Cabang Raha mengembalikan uang nasabah, khususnya PNS yang telah dieksploitasi oleh pihak Bank BRI Raha. Katanya,  kalau pinjam uang di Bank BRI Raha bunga cuma 0,79 persen, tapi kenyatannya mencapai 100 persen. Ini Bank Rakyat Indonesia atau Bank Rentenir?” kata Rosdiana, salah satu nasabah kredit yang tampil sebagai orator.

Rosdiana tak menyangka kredit yang wajib dilunasinya itu dikenakan bunga yang berlapis-lapis. Dia menyebut ada bunga berjalan, bunga harian, bunga bulanan hingga bunga tahunan.     Dia menceritakan, beberapa tahun lalu mengajukan pinjaman ke BRI Cabang Raha dan berhasil cair Rp 89 juta. Selama tiga tahun, dia wajib menyicil Rp 1,9 jutaan.

Masalah muncul ditahun ketiga saat hendak dilunasi, ternyata jumlah pinjamannya masih tersisa Rp 79 jutaan. “Jadi potongan selama tiga tahun itu ke mana? Sama dengan kita tidak bayar cicilan kalau begitu. Buruknya lagi, sebagai peminjam, kita tidak diberikan surat menyurat perjanjian kredit. Kita cuma diminta tanda tangan di kertas kosong,” ungkapnya.

Orator lainnya, La Ode Abdul Muis meminta pihak Bank BRI Cabang Raha agar menjelaskan proses kredit di Bank BRI Raha. Mengapa, tanya dia, ada nasabah kredit yang tidak diberikan perjanjian kredit.

“Harus ada tranparansi antara pihak Bank BRI Raha dengan peminjam. Kalau tidak transparan dengan nasabah,, Anda bisa kena pidana,” tambah Muis.

Setelah berorasi sekitar 1 jam di depan Bank BRI Raha, akhirnya pimpinan Bank BRI, Raha Rusdin menemui para demonstran. Kata Rusdin, pihaknya akan menampung semua masukan dari masyarakat.
Namun pada intinya, Rusdin menegaskan bahwa sistem perkreditan yang diterapkan BRI Cabang Raha sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Sudah ada aturan yang mengatur dalam sistem perkreditan di Bank BRI Raha. Bunga bank yang ada, masuk pada negara yaitu APBN. Jadi kami bukan bank rentenir. Coba cek bank lain, adakah pelayanan sampai ke desa-desa, cuma BRI. Kalau masalah perjanjian kredit itu memang ada. Tapi kalau ibu Rosdina tidak puas, silakan tempuh jalur hukum, mau demo juga silakan,” kata Rusdin.

Namun penjelasan pimpinan BRI Raha ini tak membuat pendemo puas. Rosdiana dan lainnya meminta pihak BRI akan membuktikan perjanjian kredit kepada dirinya.

“Mana itu perjanjiannya? Cuma pihak bank yang pegang. Kita cuma diminta tanda tangan kertas kosong oleh stafnya Bapak saat mau meminjam uang di Bank BRI Raha. Harusnya kita diberikan surat perjanjian kredit itu agar kita tahu apa apa yang mau dibayar, berapa potongan per bulan, berapa bunganya,” katanya.

Rosdiana menimpali lagi, saat itu dia tertarik mengajukan kredit karena para PNS diiming-imingi bunga rendah, hanya 0,79 persen. Namun kenyataannya, bunga yang mereka bayar mencapai 100 persen.

“Coba sekarang berikan rekening koran saya, berkas saya dan PK saya, saya akan bawa kasus ini ke Otoritas Jasa Keuangan dan BI di Jakarta. Kami juga akan laporkan di Ombudsman masalah ini,” ancam Rosdiana.  Pantauan koran ini kemarin demo di Bank BRI Raha ini dijaga puluhan aparat kepolisian Polres Muna. (cr1/aha)

Click to comment
To Top