Sultra Target Delapan Medali Emas – Berita Kota Kendari
Aneka

Sultra Target Delapan Medali Emas

SELAMAT BERJUANG. Wakil Gubernur Sultra, Saleh Lasata menyerahkan Baki Kontingen Sultra kepada Ketua KONI Sultra, Tasman Taewa yang menandakan pelepasan kontingen secara resmi ke Bandung, Jawa Barat, di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (14/9).

SELAMAT BERJUANG. Wakil Gubernur Sultra, Saleh Lasata menyerahkan Baki Kontingen Sultra kepada Ketua KONI Sultra, Tasman Taewa yang menandakan pelepasan kontingen secara resmi ke Bandung, Jawa Barat, di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (14/9).

KENDARI, BKK- Sulawesi Tenggara tidak memasang target ambisius dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat yang akan dimulai Sabtu (17/9) mendatang. Dari 756 medali emas yang diperebutkan, Sultra hanya menarget delapan medali emas.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Saleh Lasata saat melepas secara resmi Kontingen Sultra, di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (14/9). Saleh pun merinci, target medali emas terbanyak dibebankan pada atlit yang berlaga di cabang olahraga dayung sebanyak lima medali emas, kemudian beladiri dua medali emas dan cabor lainnya satu medali emas.
“Kita optimis atlit dayung, bela diri, softball dan lainnya sangat berpeluang mendapatkan medali emas,” kata Saleh.
Saleh Lasata mengakui, tidak semua cabor yang lolos pada PraPON tahun 2015 silam bisa ikut berlaga dalam ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Pemerintah dan KONI, jelasnya, hanya mengutus atlit yang benar-benar berpeluang besar mendapatkan medali.
“Tidak semua cabor diberangkatkan. Disesuaikan dengan prestasi yang didapatkan selama ini,” tekannya.
Dengan jumlah target medali emas yang tidak cukup banyak, pemprov Sultra juga bisa maksimal memberikan dukungannya, terutama dukungan anggaran. Saleh menyebut, dukungan tersebut antara lain dengan memberikan fasilitas yang nyaman bagi para atlit, seperti penginapan di hotel berkelas.
“Kita pesan dua hotel di Bandung,” katanya.
Begitu pula dengan layanan lainnya, seperti makanan berkualitas, tenaga medis hingga psikolog. “Bahkan kita ikutkan juga tukang urut dalam kontingen,” tambahnya.
Di hadapan para atlit Sultra, Saleh berpesan agar mereka benar-benar menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar tetap fit dan semangat selama di Bandung nantinya.
“Cuaca Bandung sangat dingin. Jadi harus banyak melakukan kegiatan yang dinamis. Jangan makan tape karena bisa membuat lemas badan dan tidak bugar,” harap laki-laki yang juga mantan Bupati Muna tersebut.
Sementara itu Ketua KONI Sultra Lukman Abunawas berharap para atlit benar-benar bisa merealisasikan target medali emas tersebut. Sebab pada PON sebelumnya di Riau, kontingen Sultra hanya berhasil menyabet tiga medali emas, empat medali perak dan bebepa medali perunggu.
Menurutnya, para atlit sudah punya kesiapan penuh, baik fisik maupun mental. Karenanya, dia yakin para atlit bisa berjuang dengan maksimal.
“Dengan target seperti itu, kita yakin bisa mencapainya karena semua atlit saat ini dalam keadaan fit dan spirirt yang matang,” ucap Sekretaris Provinsi Sultra ini.
Lukman juga mengungkapkan, ada beberapa atlit yang sudah terlebih dahulu diberangkatkan dengan tujuan memantapkan latihan di medan secara langsung. Dengan begitu, para atlit ini bisa beradapatasi dengan iklim dan cuaca di Jawa Barat yang cukup berbeda dengan Sultra.
“Ada beberapa atlit dari cabor dayung, menembak, catur dan IMI yang kita berangkatkan terlebih dahulu. Kita mau mereka di sana berlatih selama 40 hari sebelum perhelatan PON agar lebih mudah menyesuaikan kondisi dengan medan setempat,” pungkasnya.
Sementara Ketua KONI Sultra, Tasman Taewa mengatakan target delapan medali emas sudah sesuai dengan arahan Gubernur Sultra, Dr Nur Alam. Gubernur kata dia, menginginkan agar prestasi Sultra ditingkatkan dari PON sebelumnya.
“Kalau prestasi kan ukurannya seberapa banyak medali emas yang bisa kita raih,” ujarnya.
Pada PON kali ini, Sultra menurunkan 123 atlit untuk mengikuti beberapa cabor. Adapun jumlah keseluruhan kontingen sebanyak 215 orang yang terdiri dari pelatih, official, pendamping cabor dan tenaga medis.
Tasman juga sangat optimistis target tersebut bisa dicapai setelah melihat hasil pencapaian para atlit saat latihan. Dia menyebut cabor dayung dan bela diri paling memungkinkan untuk meraihnya.
“Kami telah melihat perkembangan latihan atlit dan semua kerja keras para pelatih, maka dengan ini kami sangat optimis target delapan medali emas itu bakal terwujud,” tutupnya. (p7/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top