Mahasiswa IAIN Kendari Menduga Tri Tewas Dibunuh – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Mahasiswa IAIN Kendari Menduga Tri Tewas Dibunuh

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI BERSIAGA. Aparat Polres Kendari bersiaga saat menghadapi aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa IAIN Kendari, di Polres Kendari, Rabu (14/9). Aksi ini diwarnai bentrokan antara polisi dan mahasiswa namun segera ditenangkan kembali.

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
BERSIAGA. Aparat Polres Kendari bersiaga saat menghadapi aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa IAIN Kendari, di Polres Kendari, Rabu (14/9). Aksi ini diwarnai bentrokan antara polisi dan mahasiswa namun segera ditenangkan kembali.

KENDARI, BKK – Keluarga Besar Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, melakukan ujuk rasa, di depan Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Rabu (14/9) pagi kemarin. Mereka menuntut kepolisian mengusut tuntas kematian salah satu rekannya, Tri Wahyuni, pada awal bulan lalu.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menduga kematian Tri pada 3 September lalu, bukan murni kecelakaan lalu lintas, melainkan dibunuh. Mereka pun menuntut polisi agar kembali memeriksa kekasih almarhumah.
“Meminta kepada Kapolres Kendari agar menjelaskan perkembangan kasus tersebut secara detail, serta meminta keterbukaan publik dalam hal ini hasil visum almarhumah Tri Wahyuni,” kata salah satu orator.
Selain itu, pendemo juga meminta kepada pihak Polda Sultra agar mengawasi kinerja Polres Kendari dalam menangani kasus kematian Tri Wahyuni. Massa pun menuntut apabila dalam waktu 3×24 jam tidak ada kejelasan dalam kasus tersebut, maka kasus itu dialihkan kepada Polda Sultra.
Setelah berorasi, polisi kemudian meminta perwakilan masuk dan berdiskusi. Mereka pun diterima oleh Wakapolres Kendari, Kompol Lerry Tutu, S IK, Kasat Reskrim AKP Yunar Hotma Parulian Sirait, SH, SIK serta Kasat Lantas AKP Muhammad Alka, S IK. Wakapolres mengatakan, pihak Polres sudah memberikan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) kepada pihak keluarga korban.
Mengenai kekasih korban, polisi juga memeriksanya. Namun tidak ada bukti yang kuat untuk melakukan penahanan. Adapun hasil visum terhadap jenazah korban, Wakapolres mempersilahkan mahasiswa untuk meminta keterangan langsung kepada pihak rumah sakit yang menanganinya.
“Kami meminta agar kasus ini dipercayakan sepenuhnya kepada Polres Kendari. Kita akan berupaya menyelesaikan kasus tersebut dan menyelidiki apakah kematian korban murni lakalantas atau ada penyebab lainnya,” kata dia.
Saat diskusi berlangsung di dalam Kantor Polres Kendari, massa mahasiswa yang berada di luar sempat ribut dengan anggota polisi. Gara-garanya, polisi meminta mahasiswa agar menghentikan orasi karena sudah ada perwakilan mereka yang bertemu dengan pihak pimpinan.
Sayangnya, permintaan tersebut tidak digubris mahasiswa. Mereka tetap saja berorasi. Aparat pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan kegiatan orasi tersebut.
Mahasiswa yang tidak diterima kegiaatan orasinya dihentikan berupaya melakukan perlawanan. Keributan pun terjadi, namun akhirnya berhasil diredam.
Sedikitnya satu orang polisi mengalami luka ringan di kepalanya akibat bentrok dengan mahasiswa. (p4/b/aha)

Click to comment
To Top