Hantam Bundaran Tank, Satu Penumpang Tewas – Berita Kota Kendari
Headline

Hantam Bundaran Tank, Satu Penumpang Tewas

mobil-kecelakaan-4

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI HANCUR BERANTAKAN. Warga berkumpul di bangunan bundaran tugu tank yang tampak hancur untuk menyaksikan proses evakuasi mobil Suzuki Ertiga DT 1705 ME, Rabu kemarin. Tampak mobil yang ditumpangi empat orang ini rusak parah setelah menghantam dinding tugu tersebut.

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
HANCUR BERANTAKAN. Warga berkumpul di bangunan bundaran tugu tank yang tampak hancur untuk menyaksikan proses evakuasi mobil Suzuki Ertiga DT 1705 ME, Rabu kemarin. Tampak mobil yang ditumpangi empat orang ini rusak parah setelah menghantam dinding tugu tersebut.

KENDARI, BKK- Tabrakan dahsyat dalam peristiwa kecelakaan tunggal di Tugu Tank Bundaran Anduonuhu, Rabu dinihari (14/9) kemarin menyebabkan satu orang tewas dan tiga lainnya luka berat. Kecelakaan ini juga membuat bangunan tugu hancur berantakan dan mobil yang dikemudikan rusak berat.
Korban meninggal dunia bernama Kifli Samsuddin (46). Dia meninggal karena luka yang sangat fatal akibat tabrakan tersebut. Sementara tiga lainnya, yakni Akbar (40), Muhammad Nur (35) dan Penielin (37) mengalami luka yang cukup serius.
Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari menyebutkan, peristiwa ini bermula saat Akbar dan rekan-rekannya hendak menuju ke sebuah rumah makan. Namun karena rumah makan tersebut sudah tutup, mereka pun langsung kembali ke mess Kantor Pegadaian Kendari, Jl Mayjen Sutoyo, Kemaraya.
Seorang saksi melihat mobil Suzuki Ertiga DT 1705 ME yang ditumpangi mereka itu dalam kecepatan tinggi dari arah Andounuhu, kehilangan kontrol saat hendak berbelok di bundaran Tugu Tank. Akibatnya, mobil yang dikemudikan Akbar tersebut menabrak bangunan tugu itu.
Arifin (56), warga yang menjual di sekitar Bundaran Tank mengakui sangat terkejut begitu mendengar bunyi tubrukan yang sangat keras. “Pas saya datangi, tidak lama kemudian sudah ada polisi yang datang,” katanya.
Menurut Arifin, kondisi para penumpang sangat mengerikan. Sesaat setelah tabrakan, mereka berusaha keluar dari mobil naas itu. Salah satu diantara mereka wajahnya berlumuran darah.
“Salah satu dari empat orang itu mukanya hancur. Tapi semua masih bisa bergerak,” terangnya saat ditemui pada pagi harinya.
Kanit Laka Lantas Polres Kendari, Ipda Eko Orbiyanto mengatakan, dalam peristiwa tersebut, Kifli meninggal dunia sesaat setelah tabrakan. Adapun Akbar yang mengemukan mobil itu, mengalami patah tulang rusuk, patah tulang kaki dan luka sobek pada pipi sebelah kiri.
Sementara Penielin dan Muhammad Nur mengalami luka dalam di bagian dada. Kedua korban langsung dievakuasi ke RS Kota Kendari oleh aparat Polsek Poasia yang tiba tidak lama setelah peristiwa itu terjadi.   Menurutnya, kejadian ini masih dalam penyelidikan. Namun ada dugaan kecelakaan diakibatkan kelalaian pengemudi.
“Dugaan sementara ini kelalaian pengendara, masih dalam penyelidikan,” ucapnya.
Sekitar pukul 09.00, mobil yang tampak ringsek parah di bagian depan itu berhasil dievakuasi oleh anggota polantas. Sementara sebagian bangunan tugu hancur. Duplikat meriam yang berada di samping tank Anoa juga rusak. (p4/aha)

Click to comment
To Top