Guest House di Galampano yang Memprihatinkan – Berita Kota Kendari
Aktualita

Guest House di Galampano yang Memprihatinkan

RAHA, BKK – Sungguh memprihatinkan kondisi bangunan guest house di Galampano. Penginapan milik Pemkab Muna ini nampak tak layak huni.
Kondisi fisik bangunannya, terutama kamar-kamarnya, tidak terawat. Bahkan beberapa bagian mulai rusak dan hancur. Belum lagi sejumlah perlengkapan seperti TV flat ukuran 21 inchi setiap kamar, sebagian besar sudah hilang.
Kondisi ini diperparah dengan kondisi kamar mandi yang jorok. Padahal penginapan berlantai dua dengan 16 kamar ini terbilang sebagai bangunan baru.
Kepala Rumah Tangga Rujab Bupati Muna, Yata mengatakan, dirinya kewalahan mengurus bangunan guest house milik Pemkab Muna ini. “Kita kewalahan mengurus guest house dan Rujab Bupati Muna berikut fasilitas seperti lapangan tenis, taman, kolam, ruangan, kamar dan lain-lain. Bangunan begini besar, sementara tenaga kami terbatas. Sejak ditinggal mantan Bupati Muna, bangunan ini tidak terurus karena tidak ada penghuninya. Pak Pj Bupati Muna saja sesekali tinggal di sini,” jelas Yata.
Dia juga tidak membantah jika sebagian besar fasilitas seperti TV, sofa dan peralatan lainnya raib entah ke mana. “Kalau TV ada 19 buah. Memang 1 unit TV dibawa ajudan Pak Baharuddin. Satu unit dibawa anak buahku. 1 unit masih diperbaiki. Kalau sofa dulu sempat dipinjam di resto,” kata Kepala Rumah Tangga Pemda Muna ini terlihat kalang kabut mencari kunci kunci kamar.
Sayangnya meskipun sudah dicari, tetap saja ada delapan kamar yang tidak bisa dibuka, hanya untuk sekadar mengecek perlengkapan yang ada di dalamnnya.
“Anak buahku yang bawa kunci, tapi saya telepon mereka tidak diangkat. Kalau kamar di bawah itu, anak buahku yang bawa TVnya 1 unit. Ada juga TV saya simpan di posko jaga,” kata Yata terlihat bingung ketika dipertanyakan ada 2 kamar yang ternyata TV sudah tidak ada.
Pada sejumlah media di Raha, Yata mengatakan bahwa dia pernah mengusulkan pengadaan peralatan rumah jabatan dinas Bupati Muna  tahun 2013 senilai lebih Rp 893 juta, termasuk pembangunan kolam hias senilai Rp 297 juta.
Dalam usulan itu tercantum pengadaan TV flat merk  Sharp sebanyak 16 unit ukuran 21 Inci. Demikian juga spring bed kelas 1 sebanyak 8 buah dan spring bed kelas 3 sebanyak 16 buah. Kemudian dudukan gong motif naga senilai Rp 60 juta.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengusulkan tempat tidur kelas 1 sebanyal 8 buah dan tempat tidur kelas 3 sebanyak 16 buah. Termasuk pula meja TV sebanyak 16 buah dan meja rias sebanyak 16 buah dan peralatan lainnya.
“Waktu Porprov dulukan banyak tamu yang gunakan. Saya tidak tahu tiba-tiba TV dan semua peralatan lainnya tiba begitu saja. Katanya pengusaha Jon David yang adakan waktu itu, karena sudah tiba perlengkapannya waktu itu di  rujab, ya kita pasang saja. 18 kamar lantai 1 dan 2 guest house itu ada semua TV, tempat tidur dan  AC, lemari, dan perlengkapan lainnya. Kalau usulan saya tahun 2013 itu, tidak semunya ada, katanya APBD kita terbatas,” katanya.
Selain kewalahan mengurusi guest house, Yata juga mengatakan honorer yang bekerja di Rujab Bupati Muna itu sebanyak 20 orang, kini jarang masuk kantor. Sekarang yang aktif cuma empat orang.
“Saya sudah panggil juga tapi mereka tidak mau masuk,” kata Yata.
Sementara beberapa orang honorer yang bekerja di Rujab Bupati Muna  mengatakan bahwa honor mereka cuma Rp 400 ribu. Itupun dibayar tiap 4 bulan sekali. Dia berharap agar kepemimpinan Bupati Muna LM Rusman Emba, ST nasib mereka bisa diperhatikan. (cr1/b/aha)

To Top