Gas Epiji 3 Kg di Kolaka Langka – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Gas Epiji 3 Kg di Kolaka Langka

Anhar Mendong

Anhar Mendong

KOLAKA,BKK – ‎Beberapa hari terakhir masyarakat Kolaka mengeluhkan langkanya gas elpiji 3 kilogram (kg). Pengecer dituding ‘bermain’ dalam kelangkaan ini. Kelangkaan gas elpiji 3 kg ‎ini mulai dirasakan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.

Akibatnya, beberapa pengecer memainkan harga dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebenarnya yakni Rp 17.900, dengan menjual Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu, bahkan Rp 45 ribu. Itupun sangat susah mencari keberadaan gas 3 kg. Sementara beberapa masyarakat terpaksa menggunakan arang untuk memasak karena tidak mendapat gas elpiji 3 kg.

“Barusan saya membeli gas elpiji 3 kg di pengecer Rp 40 ribu. Saya terpaksa membeli karena saya butuh,” kata Uni, warga Latambaga, Rabu (14/9).

Terhadap masalah ini, Ketua DPK KNPI Kolaka Akbar Dili mengecam kelangkaan gas epiji 3 kg di Kolaka, sementara ketersediaan gas di Sultra begitu besar. Dia menduga kelangkaan ini disebabkan pihak pengecer dan pangkalan bermain demi mendapat keuntungan yang besar.

“Ketika kami mengecek di Stasiun Pengisian Gas Elpiji di Induha, ternyata stoknya cukup tersedia. Kami menduga ini dimainkan ditingkat pengecer dan pangkalan, sebab anggota saya pernah menyaksikan orang Kolaka Utara memborong gas di Kolaka,” ungkap Akbar Dili di Kantor DPK KNPI.

Dengan kondisi ini, Akbar menyayangkan pengawasan yang tidak berjalan dengan baik, sehingga kecurangan terus terjadi. Akibatnya masyarakat Kolaka yang dirugikan.

Kepala bidang Migas dan Air Bawah Tanah Dinas Pertambangan ‎Kolaka Anhar Mendong tidak menapik terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kolaka dan tidak bisa berbuat banyak. Langka yang akan diambil  dengan melapor ke dinas pertambangan Sultra, terkait masalah yang dihadapi masyarakat Kolaka, sebab itu sudah menjadi kewenangan pihak Provinsi dengan keluarnya Undang-Undang 23.

Menurut Anhar, ‎jika mengacu pada quota yang diberikan, Kolaka tidak kekurangan gas elpiji 3 kg, sebab setiap hari Kolaka mendapat jatah 8 LO, dimana setiap LO memuat 560 tabung. Artinya setiap hari di Kolaka beredar 4.480 tabung selain hari libur.

“Jadi kalau mengacu pada kuota yang diberikan Kolaka, saya kira tidak akan terjadi kelangkaan,” ungkapnya.

Karena itu, Anhar menyampaikan langka yang akan diambil dengan memberikan ultimatum pada pihak pangkalan dengan tidak mengizinkan memberikan gas elpiji ke pihak pengecer. Jika nantinya ada pangkalan yang memberikan pada pengecer, akan ditindak dengan mengurangi quotanya, bahkan tidak memberikan quota sama sekali.

“Saat ini setiap desa dan kelurahan paling sedikit empat pangkalan. Karena itu, jika ‎ada pangkalan yang memberikan pada pengecer untuk bermain, kami akan tindaki dengan mengurangi bahkan tidak memberikan jatah gas elpiji. Kami juga meminta masyarakat untuk melapor jika ada pangkalan yang bermain,” tegas Anhar Mendong. (cr3)

To Top