Dua Haji Sultra Kembali ke Rombongan – Berita Kota Kendari
Headline

Dua Haji Sultra Kembali ke Rombongan

Mohammad Ali Irfan

Mohammad Ali Irfan

KENDARI, BKK – Dua haji asal Sulawesi Tenggara yang sempat dikabarkan menghilang, dipastikan sudah kembali ke rombongannya masing-masing dalam keadaan selamat.

Dua haji tersebut masing-masing Haji Wijayanto Kromosumito bin Kromosumito (55) regu 16 rombongan empat dan Haji Suryadi Muhammad Jaffar (37), rombongan delapan regu 30.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, H Mohammad Ali Irfan mengatakan, keduanya sempat menghilang karena tidak terlihat dalam rombongan yang hendak melakukan perjalanan ke Padang Arafah. Usut punya usut, Wijayanto dan Suryadi ternyata sengaja memisahkan diri karena ingin melaksanakan tarwiyah dengan berjalan kaki dari Masjidil Haram ke Padang Arafah yang berjarak sekitar 20 kilometer.
Tarwiyah dimaknai sebagai napak tilas perjalanan Nabi Ibrahim As, setelah mendapatkan perintah dari Allah Swt untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail As melalui mimpi.
“Kedua jamaah haji ini memisahkan diri dari rombongan. Mereka ingin melakukan tarwiyah karena menganut keyakinan bahwa jika tidak melakukannya maka mereka menganggap hajinya tidak afdol. Padahal haji itu adalah (wukuf di) Arafah, bukan Tarwiyah. Tapi keyakinan itu masih banyak dianut oleh para jamaah haji kita,” kata Ali Irfan saat ditemui, Rabu (14/9).
Sebelumnya, sambung Irfan, seluruh jamaah haji asal Sultra telah dilarang untuk memisahkan diri dari rombongan, apalagi untuk melakukan tarwiyah. Masalahnya, kondisi cuaca di Mekkah sangat ekstrim. Suhunya bisa mencapai 45 derajat.
“Dari seluruh kloter rombongan jamaah haji kemarin sudah sepakat untuk tidak melakukan tarwiyah. Tapi jamaah masih saja memaksakan kehendaknya secara diam-diam,” sambungnya.
Saat hendak melakukan tarwiyah, lanjut Irfan, kedua jamaah meninggalkan surat pernyataan di dalam kamarnya pada Jumat (9/9) lalu sekitar pukul 09.00 waktu Arab Saudi. Surat pernyataan itu berisi bahwa keduanya akan menanggung sendiri segala konsekuensi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat melakukan tarwiyah.
“Pas kejadian, ketua kloternya itu langsung melaporkan kepada pimpinan sektor di Mekkah. Pihak sektor telah menurunkan timnya untuk mencari keduanya dan kini keduanya telah berkumpul kembali bersama rombongan asal Sultra lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah kembali ke rombongan di tenda puncak Arafah, kondisi keduanya dalam keadaan letih dan dehidrasi. Karena itu, mereka langsung ditangani oleh tim medis dari panitia haji.
“Memang tarwiyah ini dilema antara dilarang dan keyakinan saat melakukan ibadah haji,” pungkasnya. (p5/aha)

To Top