Headline

Depresi, Pria Bakar Diri dan Rumahnya

RUDI/BERITA KOTA KENDARI DIEVAKUASI. Petugas dari RSP Bhayangkara Kendari saat mengevakuasi jenazah La Ode Masuha alias Faisal yang sudah hangus, di Jl Jati Raya, Wowanggu, Kadia, Senin (12/9) malam. Faisal diduga sengaja mengakhiri hidupnya dengan membakar dirinya.

RUDI/BERITA KOTA KENDARI
DIEVAKUASI.
Petugas dari RSP Bhayangkara Kendari saat mengevakuasi jenazah La Ode Masuha alias Faisal yang sudah hangus, di Jl Jati Raya, Wowanggu, Kadia, Senin (12/9) malam. Faisal diduga sengaja mengakhiri hidupnya dengan membakar dirinya.

KENDARI, BKK – La Ode Masuha, (50), warga Jl Jati Raya, Kelurahan Wowanggu, Kecamatan Kadia, mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Cairan bensin disiram ke sekujur tubuh, lalu api korek menyelesaikan sisanya.

Tak ayal, peristiwa yang berlangsung Senin malam (12/9), sekitar pukul 22.00 itu pun sontak menggegerkan warga setempat. Mereka tak menyangka lelaki yang sudah punya empat orang anak ini nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara seperti itu.
Apalagi, api juga ikut menghanguskan rumah miliknya yang terbuat dari papan kayu. Dalam waktu yang singkat, tubuh Masuha yang biasa dipanggil Faisal ini, melebur bersama arang dari puing-puing rumahnya.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh, Rudianto yang rumahnya berhadapan langsung dengan korban. Rudianto sempat terkesima saat hidungnya mencium bau bensin yang sangat menyengat. Belum menemukan sumber bau bensin itu, dia sudah mendengar teriakan pilu dari arah rumah Faisal lalu disertai nyala api yang membesar.
Rudianto pun bergegas menuju ke rumah tetangganya itu. “Saya lihat api dari dalam rumahnya Faisal di bagian dapurnya. Pas saya mau buka, ternyata terkunci. Jadi saya langsung berteriak sama tetangga untuk minta tolong,” kata Rudianto saat ditemui di lokasi kejadian.
Sebelum tragedi itu terjadi, Rudianto sempat mendengar Faisal bertengkar hebat dengan sang istri, Norma (40). Selain itu, Faisal diketahui menderita sakit yang sudah dua tahun terakhir ini tak kunjung sembuh.
“Siangnya dia bertengkar dengan istrinya, sampai-sampai dia usir istrinya. Sudah dua tahun mi dia sakit stroke,” katanya.
Rudianto pun menduga Faisal yang sebelum sakit berprofesi sebagai tukang ojek ini, nekat menghabisi nyawanya karena tekanan hidup yang tak bisa dibendungnya lagi. Stroke dan masalah rumah tangga.
Sekitar pukul 22.15, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Kobaran api pun berhasil dikuasai.
Setelah api benar-benar padam, petugas pemadam masuk untuk mencari Faisal. Sayangnya, Faisal sudah tidak bernyawa. Kondisinya jenazahnya pun sangat memprihatinkan. Seluruh tubuhnya sudah gosong. Bahkan kedua kakinya sudah terlepas dari badannya.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban untuk keperluan penyelidikan kepolisian. “Kami mendapat laporan itu sekitar pukul 22.00 Wita sehingga kami langsung bergegas menuju tempat lokasi kebakaran,” kata salah seorang petugas kebakaran singkat.    Sementara sang istri, Norma yang tiba di lokasi kejadian beberapa saat kemudian, nampak shock berat. Tangisnya pun pecah meratapi kondisi jasad suaminya yang sudah hangus menghitam, tergeletak di tengah tumpukan puing-puing rumahnya.
Norma mengakui sempat bertengkar dengan suaminya pada siang harinya. Saat itu, sang suami yang dikuasai emosi hendak membakar rumah mereka dengan menyulut api di horden jendela. Tapi dia masih bisa gagalkan.
Di puncak pertengkaran, sang suami menyuruh dia dan anaknya untuk keluar dari rumah. “Setelah itu dia suruh saya dan anakku untuk keluar dari rumah, setelah keluar saya nda tau lagi apa yang terjadi, ” ungkap Norma.
Malam itu juga, aparat Polres Kendari dan Polsek Baruga melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil identifikasi sementara, korban sengaja menghabisi nyawanya dengan cara bakar diri. Motifnya karena persoalan pribadi.
Di Rumah Sakit Bhayangkara, tempat jenazah di evakuasi, diketahui korban menderita luka bakar yang sangat hebat. Hampir sekujur tubuhnya dilalap api sampai hangus dengan tingkat luka bakar hingga 75 persen.
Dengan tingkat luka bakar setinggi itu, peluang untuk bertahan hidup memang tidak ada. (p5/a/aha)

To Top