Sarat Masalah, Pilrek UHO Bakal Diulang – Berita Kota Kendari
Headline

Sarat Masalah, Pilrek UHO Bakal Diulang

rektorat-uho-jpg1KENDARI, BKK – Penundaan Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo yang sebelumnya tidak jelas alasannya, kini mulai jelas.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Pilrek yang sudah memasuki tahapan tiga besar (memilih satu dari tiga nama calon rektor) itu diputuskan untuk ditunda karena Menteri Negara Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), berhalangan hadir.
Namun belakangan, sumber Berita Kota Kendari di dalam kampus justru menyebutkan, penundaan itu bukan karena Menristek berhalangan hadir karena adanya tugas negara. Malah, Kemenristekdikti tidak mau hadir lantaran menerima banyak laporan pelanggaran dalam Pilrek UHO, terutama pada putaran pertama pemilihan di tingkat senat.
Pelanggaran tersebut mulai dari adanya dugaan mal administrasi dan cacat prosedur. Bahkan adanya dugaan keberpihakan pejabat UHO dan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra terhadap salah satu calon.
Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Fakultas Hukum UHO, Haber SH membenarkan informasi tersebut. Haber pun mengungkapkan, berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, persoalan utama yang mencuat adalah keabsahan anggota senat ex-officio dari unsur Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Masalah itu bermula pada 14 orang yang memberikan suara sebagai senat pada putaran pertama. Padahal mereka diketahui tengah menempuh studi S-3 di sejumlah universitas di luar UHO. Hal ini melanggar Peraturan Kemenristekdikti Nomor 139 Tahun 2014 Tentang Pedoman Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi.
“Di situ disebutkan bahwa senat yang masih sementara menempuh pendidikan, tidak punya hak suara. Jadi, suara mereka sebenarnya batal. Sangat mungkin Pilrek UHO akan diulang,” katanya saat ditemui di Kendari, Jumat (9/9).” kata Haber.
Bukan hanya itu, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Perguruan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, juga disebutkan hal yang sama. Senat yang tengah melanjutkan studi, tidak punya hak suara.
Mantan Ketua Badan Eksekusi Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UHO ini mengatakan, masuknya ke-14 anggota senat dalam Pilrek UHO putaran pertama itu, diduga melibatkan Rektor UHO, Prof Dr Usman Rianse. Rektorlah yang mendorong mereka untuk memilih orang yang didukungnya.
“Yang dimasukkan menjadi anggota senat sehingga memiliki hak suara masing-masing UPT Teknologi dan Komunikasi, UPT Pengembangan Kewirausahaan dan Karir Mahasiswa UHO, UPT Kearsipan UHO, UPT Prestasi Penalaran UHO, UPT Kerohanian dan UPT Pusat Karir. Ini sangat bertentangan dengan aturan PP Nomor 4 Tahun 2014,” ungkap Haber.
Haber juga mengimbau Gubernur Sultra, Nur Alam dan Ketua DPRD Sultra, Abdul Rahman Saleh, agar tidak ikut campur tangan dalam Pilrek UHO. Sebab sudah banyak informasi yang menyebutkan, gubernur dan ketua dewan punya jagoan dalam Pilrek ini.
“Dengan segala hormat, Gubernur dan Ketua DPRD Sultra, merupakan representasi masyarakat Sultra. Jadi sebaiknya tidak mencampuri urusan Pilrek ini,” tandasnya.
Dia melanjutkan, sengkarut Pilrek UHO ini sudah disampaikan langsung kepada Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Pusat. “Ombudsman pusat sudah merespons aduan kami ini, terutama seputar permasalahan di putaran pertama,” kata Haber.
Sementara itu, Kepala Perwakilan ORI Sultra, Aksah saat dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan telah menerima perintah dari Ombudsman pusat untuk menindaklanjuti aduan mengenai dugaan kecurangan dalam Pilrek tersebut. “Ya benar. Kita sudah terima surat dari pusat. Tapi saya belum pelajari. Jadi belum bisa memberikan komentar,” katanya.
Menurut Aksah, surat dari Ombudsman pusat itu menyertakan surat dari Kemenristekdikti yang ditujukan kepada ketua senat dan mantan ketua senat UHO. “Banyak hal yang harus diklarifikasi, tetapi saya belum tahu persis, apa itu permasalahannya,” ungkap Aksah.
Terpisah, Ketua Panitia Pilrek UHO, Hilaludin yang dimintai tanggapannya enggan memberikan komentar. “Tunggu ya. Saya lagi sibuk,” katanya singkat sambil menutup ponselnya.
Seperti diketahui, Pilrek UHO putaran pertama menghasilkan tiga besar calon rektor, yakni Prof Dr Rianda, Dr Muhammad Zamrun, Prof Dr Buyung Sarita. (p5/aha)

To Top